Ini Faktor Kunci Perubahan David Luiz Di Chelsea

30

Ruud Gullit dengan serius telah menunjukkan faktor yang bisa merubah sosok David Luiz jadi lebih hebat lagi di skuad Chelsea.

Liga Inggris  - Ini Faktor Kunci Perubahan David Luiz Di Chelsea

Liga Inggris  - Ini Faktor Kunci Perubahan David Luiz Di Chelsea

 

Ruud Gullit dengan serius telah menunjukkan faktor yang bisa merubah sosok David Luiz jadi lebih hebat lagi di skuad Chelsea.

Ruud Gullit menilai performa impresif David Luiz di Chelsea musim ini tak terlepas dari perannya dalam fomasi 3-4-3 yang diusung Antonio Conte.

Meski banyak pihak yang menilai bahwa David Luiz saat ini telah berubah dibandingkan dengan saat ia bermain di Chelsea beberapa musim yang lalu, namun Ruud Gullit merasa bahwa David Luiz tidak berubah. Gullit menilai perubahan permainan Luiz musim ini disebaban beberapa faktor, dan faktor kuncinya adalah perannya sebagai salah satu dari tiga bek dalam formasi 3-4-3 pelatih baru Chelsea, Antonio Conte.

“Banyak orang mempertanyakan keputusan Chelsea untuk kembali mendatangkan bek asal Brasil, David Luiz, dari PSG pada batas waktu transfer, namun terbukti dia bisa menjadi sempurna dalam formasi 3-4-3 dalam sistem permainan mereka,” tulis Gullit dalam kolomnya untuk BBC.

“Saya mengerti mengapa sempat ada keraguan ketika mendatangkan David Luiz, karena pelatih Chelsea, Antonio Conte, dikenal memiliki tim dengan pertahanan yang disiplin sementara masalah David Luiz adalah terkadang dia bisa menurun dan dia bisa sedikit merasa puas dalam pertandingan.”

“Di usia 29 tahun saat ini, dia masih belum berubah, dia masih pemain yang sama yang bisa membuat beberapa kesalahan, namun formasi Conte yang mereka gunakan dalam delapan pertandingan terakhir memungkinkan dirinya bermain dengan kekuatannya.”

“Selain itu ia memiliki para pemain lain di sekelilingnya, di depan dia memiliki dua gelandang bertahanan, N’golo Kante dan Nemanja Matic. Selain itu, faktor kunci David Luiz saat ini adalah Chelsea bermain dengan tiga pemain di belakang, hal itu memungkinkanna tidak harus melakukan marking kepada pemain mana pun.”

“Gary Cahill dan Cesar Azpilicueta yang melakukan hal itu, dan mereka melakukan pekerjaan kotor untuknya. Ketika Luiz bermain dalam sistem 4 pemain bertahan, dia harus melakukan marking dan itu bisa menjadi masalah baginya. Namun dalam sistem 3-4-3 ini, dia lebih berperan sebagai seorang sweeper  dan melakukan lebih sedikit duel dibandingkan para pemain bertahan lainnya.”