Derby paling berdarah: Celtics vs Rangers

95

Ini adalah salah satu derby tertua di Inggris. Keduanya sama-sama berasal dari kota Glasgow, Skotlandia. Keduanya sama-sama tim terkuat di Scottish Premier League. Mendominasi liga itu selama berpuluh-puluh tahun. Tapi keduanya bermusuhan satu sama lain atas banyak alasan. Salah satunya: politik dan pertikaian antara Protestan vs Katolik di Irlandia Utara. Irlandia Utara adalah sepenggal kawasan […]

Liga Inggris  - Derby paling berdarah: Celtics vs Rangers

Ini adalah salah satu derby tertua di Inggris. Keduanya sama-sama berasal dari kota Glasgow, Skotlandia. Keduanya sama-sama tim terkuat di Scottish Premier League. Mendominasi liga itu selama berpuluh-puluh tahun. Tapi keduanya bermusuhan satu sama lain atas banyak alasan. Salah satunya: politik dan pertikaian antara Protestan vs Katolik di Irlandia Utara.

Irlandia Utara adalah sepenggal kawasan di ujung utara sebuah negara bernama Republik Irlandia. Yang disebut Republik Irlandia ini mayoritas beragama Katolik. Mereka dulunya menguasai seluruh tanah di pulau itu.

Namun di tahun 1600-an, tentara Inggris mendarat di ujung utara negara ini, menyita tanah para petani dan membagi-bagikannya untuk para pendatang dari Inggris yang mayoritas Protestan. Dari sejak awal inilah, kebencian pada Inggris, kerajaan Inggris, tentaranya, dan agamanya berawal.

Kaum Protestan adalah mayoritas di Irlandia Utara. Mereka memihak penguasaan Inggris atas Irlandia Utara. Minoritas Katolik menolak penjajahan dalam bentuk apa pun, ingin terbebas dari pengaruh politik Inggris Raya, dan maunya bergabung dengan Republik Irlandia di sebelah selatan.

Pendukung Katolik kebanyakan bergabung ke fans club Celtics. Sebaliknya, orang Protestan pergi ke bangku Rangers.

Jadinya, aneh sekali. Meski ini sebuah liga Skotlandia, tapi jarang sekali bendera Skotlandia berkibar. Kubu Celtics mengacungkan bendera tiga warna mereka. Rangers mengibarkan bendera Union Inggris, mewakili kiblat orientasi politik mereka.

Perbedaan itu sebenarnya tidak tercermin dalam korps atau skuad mereka. Celtics pernah memiliki pemain dan pelatih Protestan, dan sebaliknya Rangers punya pula pasukan beragama Katolik. Tapi jika kasusnya menjadi sorotan penuh kedua belah pihak, biasanya transfer masuk pemain yang memiliki latar belakang berbeda lalu dibatalkan, atas alasan-alasan aneh.

Kebencian, permusuhan, lagu-lagu fans yang bernada mengancam, melecehkan, menandaskan permusuhan, dan berlandaskan sektarianisme masih terus berlangsung sampai setidaknya tahun 2006. Itu hanya tiga tahun silam. Saat itu UEFA mulai turun tangan, melarang semua lagu-lagu yang dianggap bersemangat sektarian.

Laga murni bola antara keduanya sejauh ini tercatat sebanyak 385 kali di semua jenis kompetisi, nasional maupun internasional. Rangers masih unggul 154 vs 139, dan 92 lainnya draw.