Didier Drogba Tidak Dipercaya Sebagai Eksekutor Penalti Lagi

15

Jose Mourinho mengungkapkan, ia tidak merasa senang ketika menyaksikan Eden Hazard menyerahkan tugas eksekusi penalti kepada Didier Drogba dalam kemenangan besar 6-0 Chelsea atas Maribor, tapi masih memuji timnya untuk mengamankan kemenangan tersebut. Drogba mencetak gol dari titik penalti pada menit 23 untuk membawa The Blues unggul 2-0, meskipun Hazard sebenarnya adalah eksekutor pilihan pertama Mourinho. […]

Jose Mourinho mengungkapkan, ia tidak merasa senang ketika menyaksikan Eden Hazard menyerahkan tugas eksekusi penalti kepada Didier Drogba dalam kemenangan besar 6-0 Chelsea atas Maribor, tapi masih memuji timnya untuk mengamankan kemenangan tersebut.

Drogba mencetak gol dari titik penalti pada menit 23 untuk membawa The Blues unggul 2-0, meskipun Hazard sebenarnya adalah eksekutor pilihan pertama Mourinho.

Namun, pemain Belgia itu mengambil satu tendangan penalti lain belakangan dalam pertandingan itu, yakni di menit 77, sebelum mencetak satu gol solo yang luar biasa untuk memastikan tiga poin di Stamford Bridge di menit terakhir laga.

Berbicara setelah pertandingan, Mourinho mengaku bahwa ia ‘terkejut’ Hazard mengizinkan Drogba untuk mengambil penalti pertama, tetapi mengakui bahwa ia masih merasa senang dengan skor akhir yang besar.

Dia berkata: “Saya terkejut [Hazard memberi Drogba penalti].”

“Saya tidak terlalu senang, Hazard adalah pilihan pertama untuk penalti. Tapi itu gol, jadi saya senang untuk itu.”

“Kami bermain dengan serius, kami menghadapi pertandingan dengan cara yang benar dan bahkan pada 3-0 kami terus bermain (menyerang).”

“Kami menikmati permainan dan mendapatkan tiga poin penting. Itu adalah permainan yang fans sukai.”

Eden Hazard usai laga mengakui bahwa Didier Drogba memintanya untuk bisa mengambil tendangan penalti tersebut.

Drogba, 36, belum mencetak gol dalam enam penampilan pertama sejak kembali ke Stamford Bridge musim panas ini.

Dua gol terakhirnya untuk Chelsea adalah pada kemenangan final Liga Champions mereka pada tahun 2012, pertama gol yang membuat laga masuk ke perpanjangan waktu, dan kemudian gol penentu kemenangan di adu penalti yang menyebabkan mereka unggul atas Bayern Munich.

“Untuk penalti itu, Didier bertanya apakah dia bisa menjadi eksekutornya dan saya berkata ‘Ya’. Itu normal,” Hazard kepada wartawan setelah pertandingan.

“Dia sudah berusaha mencetak gol untuk sementara waktu. Dia sudah kembali ke klub yang dicintainya, jadi saya biarkan dia mengambilnya.”

“Pada saat yang sama, saya hampir tidak bisa mengatakan ‘Tidak’. Mourinho belum mengatakan apa-apa kepada saya untuk saat ini, jadi saya pikir itu adalah normal untuk mengatakan ‘Ya’.”