Divock Origi Pernah Tolak MU dan Bayern Munchen

118

Divock Origi ternyata memang pernah menolak raksasa Manchester United dan Bayern Munchen. Terungkap dari pengakuan terkini.

Liga Inggris  - Divock Origi Pernah Tolak MU dan Bayern Munchen

Liga Inggris  - Divock Origi Pernah Tolak MU dan Bayern Munchen

 

Divock Origi ternyata memang pernah menolak raksasa Manchester United dan Bayern Munchen. Terungkap dari pengakuan terkini.

Pemain muda Liverpool, Divock Origi, menceritakan perjalanan karirnya hingga bisa bergabung dengan Liverpool pada tahun 2014 silam.

Origi mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan tawaran dari Manchester United saat ia masih bermain di akademi Genk namun pada saat itu ia memilih pindah ke klub Liga Prancis Lille. Setelah tampil mengesankan bersama Lillem Origi mengklaim dirinya mendapatkan tawaran dari klub raksasa Liga Jerman, Bayern Munchen, nama pada akhirnya ia memutuskan pergi ke Liga Inggris dan bergabung dengan Liverpool.

“Saya mulai bermain dengan tim nasional U-16. Itu adalah tahun yang sangat baik bagi saya, karena banyak pemandu bakat yang melihat saya dan mereka datang kepada ayah saya,” ujar Origi.

“Saat itu saya mendengar Manchester United ingin mengontrak saya, beberapa klub dari Italia dan Jerman juga menginginkan saya.”

“Saya mengunjungi pusat latihan Lille. Saya sangat terkejut seberapa bagusnya tempat itu. Saya bisa melihat bagaimana Eden Hazard tumbuh dari seorang pemain muda menjadi seorang pemain besar yang memenangkan gelar liga dengan mereka dan itu adalah sesuatu yang sangat bagus. Mereka memiliki reputasi yang sangat baik dalam mengembangkan para pemain muda.”

“Hati saya saat itu mengatakan saya harus pergi ke Lille dan saya akhirnya memutuskan [pergi dari akademi Genk] dan bergabung dengan Lille. [Pada tahun 2014] banyak tawaran datang kepada saya. Bayern Munchen menyatakan tertarik kepada saya, banyak klub juga menyatakan hal itu. Saat saya berkunjung ke Liverpool, saya melihat fasilitas latihan mereka dan saya berbicara dengan pelatih saat itu, Brendan Rodgers.”

“Ketika saya datang ke sana, semua orang mengetahu nama saya, mereka tahu siapa saya dan mereka sedang melihat video saya bahkan ketika saya bermain bagi tim u-15. Mereka tahu tentang kualitas saya dan ketika saya melihat nilai dari tim ini : passing, pressing, dan para pemain yang lincah, saat itu saya mengatakan kepada diri saya sendiri : ‘ini adalah tempat yang ingin saya tuju’.”