Eden Hazard: Chelsea Cuman Bagus Saat Serangan Balik

Eden Hazard, pemain andalan Chelsea, mengritik timnya sendiri soal kekalahan yang mereka derita di semi final Liga Champions dari Atletico Madrid. Chelsea hanya bisa melihat pemain Atletico Madrid bersorak gembira di kandang Chelsea, Stamford Bridge, saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga tersebut. Chelsea kalah 1-3 dari wakil Spanyol dalam laga leg kedua semi final Liga Champions. Dilaga leg pertama, Chelsea sebelumnya hanya mampu […]

Liga Inggris  - Eden Hazard: Chelsea Cuman Bagus Saat Serangan Balik

Eden Hazard, pemain andalan Chelsea, mengritik timnya sendiri soal kekalahan yang mereka derita di semi final Liga Champions dari Atletico Madrid.

Chelsea hanya bisa melihat pemain Atletico Madrid bersorak gembira di kandang Chelsea, Stamford Bridge, saat wasit meniup peluit tanda berakhirnya laga tersebut. Chelsea kalah 1-3 dari wakil Spanyol dalam laga leg kedua semi final Liga Champions. Dilaga leg pertama, Chelsea sebelumnya hanya mampu menahan imbang tanpa gol pasukan Diego Simeone, di Vicente Calderon.

Menurut Eden Hazard, bintang Belgia yang gosipnya akan dijual Jose Mourinho musim depan itu, Chelsea bisanya hanya menyalahkan diri mereka sendiri saat kalah dari Atletico Madrid.

“Setelah mencetak gol lebih dulu, kami sebenarnya menguasai pertandingan itu. Namun mereka menang, mungkin karena mereka lebih ingin menang dibanding kami. Saya sedih tapi kita harus menghormati logika yang ada, mereka memang pantas untuk lolos,” ucap Hazard.

Chelsea tidak dibentuk untuk “bermain bola”. Chelsea cuman bagus dalam melakukan serangan balik, mirip Real Madrid saat mengalahkan Bayern Muenchen. Kami gagal pada babak kedua setelah mereka mencetak gol balasan,” keluh Hazard.

Ini tentunya adalah komentar pedas yang mengundang pertanyaan publik. Hazard secara tidak langsung ingin mengatakan dia tidak suka dengan taktik dan gaya main yang diterapkan oleh Mourinho. Mengacu pada stempel “parkir bus”, pertahanan kokoh dan serangan balik yang melekat pada nama pelatih asal Portugal tersebut.

“Seringkali, saya diminta untuk melakukan semuanya sendirian saat membangun serangan.  Itu bukan hal yang mudah, ditambah kenyataan kalau ini adalah partai yang berat. Ini adalah pelajaran bagi Chelsea untuk musim depan,” tegasnya.

Kritik pedas ini apakah pertanda bahwa ia bakal ditendang musim depan? Diego Costa kah nanti penggantinya?