Eric Cantona: Jose Mourinho Tidak Tepat Untuk Manchester United

Legenda Manchester United Eric Cantona menyatakan keraguannya bahwa Jose Mourinho adalah orang yang tepat untuk menggantikan Louis van Gaal di Old Trafford.

Legenda Manchester United Eric Cantona menyatakan keraguannya bahwa Jose Mourinho adalah orang yang tepat untuk menggantikan Louis van Gaal di Old Trafford.

Setelah berbagai spekulasi yang beredar luas, pemecatan Van Gaal akhirnya dikonfirmasi pada hari Senin (23/5), atau hanya dua hari setelah ia memimpin klubnya sukses menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Crystal Palace di Wembley.

Mourinho, yang sudah tiga kali juara Premier League dengan Chelsea, diharapkan akan segera diumumkan sebagai pengganti Van Gaal pekan ini, saat United sudah dirindukan menjadi tim sebagaimana era Alex Ferguson.

Gaya bermain United di bawah asuha van Gaal menuai banyak kritik dari sejumlah besar fans United tapi Cantona, yang membantu klub meraih empat mahkota liga pada pertengahan 1990-an, percaya filosofi Mourinho mungkin tidak jauh berbeda.

“Saya suka Jose Mourinho, tapi dari segi jenis sepak bola bagaimana gaya bermainnya, saya tidak berpikir dia (tepat untuk) Manchester United,” kata Cantona kepada Guardian.

“Saya suka kepribadiannya, saya suka semangat yang ia miliki dalam setiap pertandingan, humor-nya. Dia sangat cerdas, ia menuntut 100 persen pemainnya. Dan tentu saja dia telah memenangkan banyak trofi.”

“Tapi saya tidak berpikir itu (gaya bermain Mourinho) adalah jenis sepak bola yang akan disukai para penggemar Manchester United, bahkan jika mereka menang.”

“Dia bisa menang dengan Manchester United. Tapi yang mereka harapkan adalah jenis sepak bola, bahkan jika mereka menang? Saya tidak berpikir begitu. ”

Ditanya apa yang dia pikir yang salah di United selama tiga tahun terakhir, Cantona menjawab, “Mereka merindukanku.”

“Saya pikir mereka telah kehilangan sesuatu. Anda bisa merasakannya. Tapi sulit untuk datang mengganti seseorang yang telah di klub 25 tahun.”

“Bahkan jika Anda seorang manajer besar, para fans masih merasa filosofi Ferguson (di United).”