Gara-gara gagal penalti, duo Ashley diejek sebagai monyet

7

Masih ingat perempatfinal yang menyesakkan antara Italia vs Inggris? Gara-gara gagal melaksanakan tugasnya di laga adu penalti setelah laga normal dan perpanjangan waktu masih berakhir dengan 0-0, dua pemain The Three Lions, Ashley Cole dan Ashley Young diejek-ejek di ranah twitter dengan sebutan binatang. Di Indonesia masalah warna kulit semacam ini mungkin tidak terlalu menonjol […]

Gara-gara gagal penalti, duo Ashley diejek sebagai monyet - berita Liga Europa Liga Inggris

Masih ingat perempatfinal yang menyesakkan antara Italia vs Inggris? Gara-gara gagal melaksanakan tugasnya di laga adu penalti setelah laga normal dan perpanjangan waktu masih berakhir dengan 0-0, dua pemain The Three Lions, Ashley Cole dan Ashley Young diejek-ejek di ranah twitter dengan sebutan binatang.

Di Indonesia masalah warna kulit semacam ini mungkin tidak terlalu menonjol di lapangan bola, tapi di sebuah negara yang menyebut dirinya tanah kelahiran sepakbola dan asal muasal budaya Barat yang katanya beradab, kepolisian Inggris menanggapi serius ejekan-ejekan itu dan akan menangkap pelakunya, serta menjeratnya dengan hukuman pidana.

Pihak sepakbola Inggris termasuk yang berdiri paling depan dalam mengkampanyekan kesetaraan warna kulit di lapangan hijau. Mereka termasuk yang paling kuatir dengan sikap rasis para suporter di Polandia dan Ukraina, yang tidak terbiasa dengan arus imigran kulit hitam dan Asia.

Kapten timnas Inggris sebelum ini, John Terry, dicopot ban kaptennya setelah perselisihan dengan Anton Ferdinand, pemain Queens Park Rangers. Pasalnya, dalam pertengkaran itu Terry mengeluarkan kata-kata yang mengejek warna kulit si Anton. Kebetulan Anton adalah adik dari Rio Ferdinand, pemain Manchester United.

Sebelumnya, FA juga sudah menghukum pemain Liverpool Luis Suárez karena mengeluarkan komentar bernada melecehkan warna kulit kepada Patrice Evra, pemain MU. Pelatih Sir Alex Ferguson bertindak dengan sekalian menjadikan Evra sebagai kapten MU.

Secara teknis, pihak Twitter bisa mengetahui alamat IP dari mana tweet rasialis kepada duo Ashley itu berasal. Pihak kepolisian Inggris mengaku akan menjalin kerjasama dengan Twitter.

Bulan Maret lalu seorang mahasiswa Swansea Liam Stacey (21 tahun) dipenjara selama 56 hari setelah mengeluarkan komentar rasis untuk pemain Bolton, Fabrice Muamba, yang jatuh pingsan di lapangan hijau.