Berita Bola - Inggris Susah Payah Tekuk 10 Pemain Estonia, Kualifikasi Euro 2016 -

Menduduki peringkat ke-81 FIFA, Estonia adalah jenis tim yang, semestinya dengan mudah bisa ditaklukkan Inggris tanpa banyak masalah. Dan ketika hanya ada sepuluh pemain Estonia di lapangan, benar-benar tidak boleh ada alasan.

Namun demikian, baru di 16 menit jelang peluit akhir dibunyikan Inggris akhirnya berhasil menembus pertahanan tim Estonia, yang main tanpa kapten mereka setelah Ragnar Klavan diusir dari lapangan setelah jeda turun minum.

Estonia terlihat berjuang untuk mencapai hasil imbang yang akan diingat selama bertahun-tahun di negara ini. Itu akan menjadi skor 0-0 terbesar dalam sejarah sepak bola Estonia sampai akhirnya Wayne Rooney menyelesaikan satu peluang dari bola mati dan kecemasan di bangku Inggris pun mereda.

Ada saat-saat di babak pertama ketika jumlah kepemilikan bola Inggris mencapai 82 persen, jenis penguasaan yang bisa diharapkan  melawan San Marino, bukan tim yang peringkat FIFA-nya 120 tempat di atas mereka.

Ini adalah rencana Magnus Pehrsson yakni menugaskan setiap orang untuk mengejar bola dan memasang halangan, mengatasi dan menekan apa pun yang tampak seperti percobaan mencetak gol. Ini bekerja sampai batas tertentu: Inggris hanya memiliki enam tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Strategi Inggris adalah bermain seperti saat menghadapi San Marino pada hari Kamis, meskipun dengan kualitas pemain yang lebih baik.

Inggris menguasai bola sepanjang malam, tapi Rooney, Adam Lallana dan Jack Wilshere seperti menemui banyak jalan buntu. Usaha berkelanjutan Estonia untuk menekan setiap pemain lawan itu terjadi tanpa banyak bantuan dari penonton tuan rumah sebanyak 10 ribu orang. A Le Coq Arena tidak memberi atmosfer intimidasi bagi tim tamu. Malah kelewat dingin.

Bukan laga klasik tapi permainan semacam ini termasuk jarang terjadi. Pergerakan dan passing-passing Inggris di babak pertama bisa dibilang sangat baik. Agak menurun setelah istirahat tapi Inggris mencapai gol yang dibutuhkan juga pada akhirnya. Ini adalah kemenangan ketiga beruntun mereka di babak kualifikasi Grup E Euro 2016.

Tim tuan rumah kebobolan di lini tengah. Atau lebih tepatnya mereka kalah unggul di setiap meter wilayah itu di mana bola kembali lagi dan lagi ke kaki Wilshere. Penampilannya patut dipuji. Kemampuannya untuk merebut kembali bola dengan cepat ketika serangan Inggris terhenti. Masalahnya adalah kurangnya tembakan pada target. Yang pertama baru bisa datang satu menit sebelum istirahat ketika Jordan Henderson mengirim satu voli yang sedikit menyulitkan kiper Estonia Sergei Pareiko.

Inggris: Hart, Baines, Jagielka, Cahill, Chambers, Wilshere, Delph (Oxlade-Chamberlain 61 ‘), Henderson (Sterling 64’), Lallana, Welbeck (Lambert 80 ‘), Rooney

Gol: Rooney (73 ‘)

Estonia: Pareiko, Pikk, Klavan (merah 48 ‘), Morozov, Jääger, Mets, Zenjov (Ojamaa 79’), Vunk (Kruglov 83 ‘), Vassiljev (Lindpere 46’), Antonov, Anier