Leicester City Anak Bawang? Ini Komentar Jamie Vardy …

Jamie Vardy mengaku lega Leicester City dianggap sebagai anak bawang kembali menjelang pembukaan musim kompetisi 2016/17 Liga Inggris.

Berita Liga InggrisLeicester City kembali dianggap sebagai anak bawang menjelang pembukaan musim kompetisi 2016/17 . Dan Jamie Vardy pun angkat bicara …

Leicester City membalikkan prediksi banyak pihak dengan menjadi jawara Liga Inggris untuk pertama kalinya musim lalu.

Padahal di tahun sebelumnya The Foxes sempat selamat dari jurang degradasi.

Meski datang sebagai juara bertahan, Leicester masih dianggap sebagai anak bawang dan tidak akan bisa mengulang kesuksesan musim kemarin.

Namun demikian, bagi Jamie Vardy hal tersebut membuat dirinya senang sebab itu akan menjadi motivasi tersendiri untuknya.

“Saya merasa klub masih bisa berkembang lebih jauh. Ini seperti salah satu kendaraan di wahana wisata, dengan dikelilingi gunung berapi dimana anda duduk dan kemudian ‘woosh!’ Itu yang pemilik Leicester inginkan, dan juga Claudio Ranieri.”

“Ada momentum kemajuan dengan klub dan bisnis yang belum terselesaikan dalam hal apa yang bisa kami raih.”

“Kami seharusnya tidak bisa menjuarai liga. Beberapa orang mengatakan itu sebuah keberuntungan semata, tapi saya merasa itu bukan sebuah keberuntungan karena kami bermain di 38 pertandingan.”

“Hanya mengalami empat kali kekalahan dari 47 pertandingan bukan lah hal yang buruk,” ungkapnya.

“Kami bahkan seharusnya tidak memenangkan satu pun. Kami hanya klub kecil, seperti yang orang lain katakan. Orang-orang pun masih mengatakan hal yang sama saat ini.”

“Tidak ada yang memberikan kami kesempatan untuk membuktikan diri, jadi kami akan menikmati (musim 2016/17) karena itu yang membuat penampilan kami meningkat.”

Menurut Jamie Vardy, kesuksesan yang diraih oleh Leicester berpengaruh juga kepada kehidupan pribadinya.

Kini, ia tidak bisa bebas kemana pun yang ia sukai, tidak seperti dahulu.

“Saya bahkan tidak bisa keluar rumah barang sebentar dan oleh karenanya saya tidak pernah keluar rumah,” ujarnya sambil tertawa.

“Sebelumnya memang begitu, namun kini saya bisa kemana pun saya inginkan. Semua itu berubah kala saya memecahkan rekor mencetak gol di 11 laga liga tanpa terputus.”

“Sekarang saya lebih suka diam di rumah dan menghabiskan waktu dengan anak-anak saya, bermain komputer, atau bersama istri saya. Saya masih sering menyubit diri saya sendiri dengan perkembangan yang terjadi dalam beberapa tahun kebelakang.”

Sepakbola.cc