Kemarahan Atas Mario Balotelli Juga Datang Dari Sesama Pemain

Pertukaran kaos di akhir babak pertama oleh Mario Balotelli mungkin akan diikuti dengan satu tindakan sanksi dan pemberian denda oleh manajemen klub karena dianggap sebagai pelanggaran kode etik. Tapi sebenarnya itu hanya kekhawatiran kecil. Apa yang harus menjadi perhatian lebih dalam adalah penampilan tidak efektif oleh sang striker Italia itu yang menyebabkan kegelisahan di antara para […]

Pertukaran kaos di akhir babak pertama oleh Mario Balotelli mungkin akan diikuti dengan satu tindakan sanksi dan pemberian denda oleh manajemen klub karena dianggap sebagai pelanggaran kode etik.

Tapi sebenarnya itu hanya kekhawatiran kecil.

Apa yang harus menjadi perhatian lebih dalam adalah penampilan tidak efektif oleh sang striker Italia itu yang menyebabkan kegelisahan di antara para penggemar dan kecemasan di antara rekan setimnya.

Setelah sempat dimanjakan oleh gol demi gol setiap pekan oleh Luis Suarez musim lalu, fans Liverpool merasa kecewa oleh penampilan pengganti pemain Uruguay itu.

Statistik menunjukkan Balotelli hanya bisa mencetak satu gol dari 10 pertandingan, tapi itu adalah kontribusi keseluruhan yang lebih mengecewakan.

Dan kesabaran mulai menipis di Anfield.

Kekalahan 3-0 terhadap Madrid di Liga Champions pada hari Kamis dinihari bukan hanya menjadi malam penuh pelajaran untuk Liverpool di panggung terbesar sepakbola Eropa. Itu juga adalah titik terendah Balotelli selama dua bulan di klub ini.

Tidak hanya dia diganti pada babak pertama setelah hanya melakukan 23 kali sentuhan terhadap bola, ia juga memancing amarah pendukung dengan bertukar kaos dengan bek Madrid Pepe dalam perjalanan mereka ke ruang ganti, beberapa saat setelah babak pertama berakhir.

Pertukaran itu dimainkan di tepi lapangan, sebelum Pepe dan Balotelli keluar dari pandangan penonton menuruni tangga ke terowongan.

Fans di dekatnya gagal untuk menyembunyikan rasa jijik mereka untuk ritual yang tampaknya diterima secara meluas di Eropa tapi tidak di tanah Inggris.

Pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengangkat bahu ketika ditanya tentang hal itu setelah pertandingan, mengatakan, “Saya tidak melihat adanya masalah.”

Bukan soal kemarahan BrendanRodgers. Namun, sesuatu yang lain yang pelatih itu katakan kemudian yang terasa lebih menohok, dan mungkin menyiratkan bahwa ia mulai putus asa dengan penampilan Balotelli.

Menjelaskan mengapa Balotelli diganti pada babak kedua oleh Adam Lallana, Rodgers mengatakan, “Itu murni masalah taktis. Saya merasa kami perlu lebih banyak gerakan terpusat untuk menduduki setengah lapangan mereka dan … Adam Lallana datang dan tak kenal lelah dalam pekerjaannya. Itu adalah minimum di sini, di Liverpool. Anda harus menekan, Anda perlu untuk bekerja. Pemain muda Adam datang dan melakukan itu dengan sangat baik.”

Itu bisa dilihat sebagai kritik terselubung terhadap Balotelli yang datang dari seorang manajer yang telah terus-menerus menekankan perlunya striker untuk bekerja keras.

Musim lalu Luis Suarez dan Daniel Sturridge mencetak 52 gol bersama mereka. Bisa ditebak Liverpool membanggakan diri sebagai memiliki kumpulan penyerang paling ampuh di Eropa. Hal ini juga membuat Liverpool menjadi salah satu tim yang paling menarik untuk ditonton.

Fans Liverpool terbiasa untuk menyaksikan bagaimana pasangan itu menyiksa  para pemain bertahan lawan tanpa henti, sesuatu yang gagal dilakukan Balotelli yang lesu darah.

Dengan Suarez pergi, Sturridge saat ini cedera, dan Balotelli salah tembak melulu, musim ini kontras dibandingkan musim lalu.

Pemain Liverpool juga menunjukkan ketidakbahagiaan mereka dengan Balotelli.

Melawan QPR, Raheem Sterling dan Lallana melemparkan tangan mereka dengan jijik selagi Balotelli melakukan tembakan lemah yang melebar.

Tiga hari kemudian melawan Madrid, tak ada yang lebih putus asa dari gelandang Liverpool menyaksikan Balotelli menyia-nyiakan sebuah serangan balik dengan melakukan tembakan spekulatif yang diblokir lawan.

“Hal yang paling mengkhawatirkan adalah bahasa tubuh rekan setim ke arahnya,” kata mantan striker Liverpool Michael Owen bercuit pada Kamis dinihari. “Setelah Anda kehilangan rasa hormat mereka, itu adalah masalah besar.”

Perjudian sebesar Rp308 Milyar itu tampaknya akan segera dijual kembali dalam waktu dekat.

Sepakbola.cc