Legenda Chelsea Klaim Dirinya Pahlawan Bakayoko

499

Legenda Chelsea Claude Makelele menceritakan caranya membantu pemain anyar The Blues, Tiemoue Bakayoko, menjadi sensasi seperti saat ini.

Liga Inggris  - Legenda Chelsea Klaim Dirinya Pahlawan Bakayoko

Chelsea sudah resmi menjadikan Bakayoko sebagai rekrutan ketiga musim panas mereka setelah Antonio Ruediger dan Willy Caballero.

Sedikit saja yang pernah mendengar perihal Tiemoue Bakayoko 12 bulan yang lalu, namun setelah ia tampil apik untuk AS Monaco, transfer dengan biaya Rp 696 Milyar ke raksasa Premier League itu sekarang sudah terjadi.

Bakayoko memainkan peran utama saat AS Monaco memenangkan gelar juara Ligue 1 Prancis musim lalu, yang merupakan gelar juara pertama mereka sejak tahun 2000.

Klub asuhan Leonardo Jardim memenangkan 30 dari 38 pertandingan mereka dan menyelesaikan musim dengan selisih delapan poin di atas mantan juara, Paris Saint-Germain.

Claude Makelele mengetahui semua tentang kehidupan di Chelsea, setelah menghabiskan lima tahun di Stamford Bridge dari tahun 2003 hingga 2008.

Setelah pensiun, dia sempat berperan sebagai direktur di AS Monaco, meskipun sekarang kembali ke Inggris sebagai asisten pelatih Paul Clement di Swansea City.

Dan mantan bintang Real Madrid tersebut telah mengungkapkan bagaimana dia membantu mengubah nasib Bakayoko menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di Eropa.

“Ketika saya datang ke Monaco, saya melihatnya di bangku cadangan,” kata Makelele kepada Goal.

“Dia tidak pernah bermain atau menjadi pemain pengganti. Saya telah melihat banyak video tentang dia, jadi saya datang menemuinya di tempat latihan.”

“Suatu hari saya memutuskan untuk berbicara banyak dengannya, dan setiap hari saya menghabiskan banyak waktu bersamanya. Dan melihat cara dia bermain, dia melakukan banyak hal yang salah.”

“Saya berbicara dengan dia, dan membantunya untuk fokus. Untuk bermain sebagai gelandang anda harus 100 persen berkonsentrasi. Jika selalu ada sedikit masalah di sini, sedikit masalah di sana, Anda tidak bisa fokus pada pekerjaanmu, kamu tahu?”

“Saya banyak berbicara dengannya, berbicara sebulan penuh dengannya setiap hari, menjelaskan berbagai hal di tempat latihan.”

“Berfokus padanya, bukan hanya dia, tapi banyak pemain seperti [Kylian] Mbappe atau [Thomas] Lemar yang juga berada di bangku cadangan.”

“Jadi ketika saya memutuskan untuk pergi, saya berkata kepada atasan saya: ‘Dengarkan, pemain ini perlu bermain lebih banyak, dia membutuhkan lebih banyak kompetisi dan kemudian Anda akan melihatnya bermain luar biasa’.”

“Dan benar saja musim berikutnya terjadi. Ia menjelma menjadi gelandang sensasional di Monaco. Saya tidak tahu apakah Bakayoko akan pergi ke Chelsea atau Manchester [United], tapi itu akan baik untuknya. Dia akan lebih kuat. Dia memiliki kualitas bagus. Dia pemain yang bagus, dia butuh waktu dan dia perlu belajar juga di Premier League, karena tidak mudah bermain di Premier League.”

“Dia bukan orang yang gampang takut. Dia selalu membuat keputusan, meskipun terkadang salah, tapi pemain seperti ini akan membuat kesalahan agar menjadi lebih baik.”

“Dia memiliki kualitas sebagai pemain, dia bagus, bagus sekali. Sekarang dia butuh satu manajer yang akan membuatnya menjadi pemain besar.”