Manchester City Beri Kenangan Indah bagi Pablo Zabaleta

Pablo Zabaleta mengaku merasa terhormat bisa memperkuat Manchester City selama sembilan tahun dengan penuh kenangan indah.

Liga Inggris – Pablo Zabaleta memutuskan untuk gantung sepatu setelah kontraknya bersama Manchester City habis di musim panas ini, dan ia merasa sangat terkesan dengan perlakuan publik Etihad.

Kemenangan 3-1 atas West Brom di Etihad Stadium, Rabu (17/5) dini hari WIB menjadi laga kandang terakhir bagi bek asal Argentina itu. Di laga tersebut ia bermain selama 62 menit sebelum kemudian digantikan oleh David Silva. Dia mendapatkan penghormatan dari rekan-rekan dan fans ketika laga berakhir.

Sejak didatangkan dari Espanyol pada musim panas 2008 silam, Zabaleta sudah bermain sebanyak 330 penampilan selama sembilan tahun membela The Citizens. .

“Sejujurnya ketika saya datang pertama kali ke Manchester saya tidak berpikir akan bisa bermain selama ini. Bisa berada di sini sejak hari pertama membuat saya sangat bangga. Sembilan tahun yang luar biasa,” ujarnya pada Sky Sports.

“Dalam hidup ada saatnya ketika Anda harus membuat keputusan sulit dan saya selalu berpikir yang terbaik bagi diri saya, keluarga dan tentunya klub. Saya merasa sudah saatnya saya pergi tapi percayalah, saya sangat mencintai klub ini.”

“Ucapan terima kasih kepada para fans, kepada siapapun… karena mereka membuat saya menjadi pemain dan pria yang lebih baik lagi, dan sebuah kehormatan bisa bermain membela kostum ini.”

“Sangat sulit untuk bermain selama setengah jam. Banyak emosi, momen-momen, kenangan indah muncul dalam pikiran saya tapi seperti yang sudah saya katakan sebelumnya ini sesuatu yang saya banggakan.”

“Apa yang telah saya lakukan bagi klub ini merupakan apa yang setiap pemain harus lakukan bagi tim yang mereka bela.”

“Saya bangga pernah terlibat di periode sukses sepanjang sejarah City, jadi terima kasih.”

Kala ditanya pertandingan yang menjadi kenangan indahnya, Zabaleta menunjuk laga melawan Manchester United di Wembley dan kemenangan di pentas liga berkat gol rekan senegaranya, Sergio Aguero.

“Pertama kalinya kami mengalahkan Manchester United di Wembley pada babak semi-final Piala FA 2011, lalu pertama kali memenangkan liga berkat gol [Sergio] Aguero di pengujung laga mungkin yang paling spesial.”

“Lalu titel juara Liga Inggris kedua bersama Manuerl Pellegrini, gol tandang saya melawan Roma di Liga champions, saya tidak bisa menyebutkannya, sebab ada banyak kenangan indah.”

“Saya beruntung bisa bermain bersama pemain-pemain hebat.. Ini sebuah kehormatan luar biasa.”

“Saya akan menikmati hari terakhir saya di klub, sebab masih ada satu laga lagi untuk dimainkan. Saya berharap yang terbaik bagi klub sepak bola ini.”

Sepakbola.cc