Michy Batshuayi Akui Sempat Frustrasi Berat

Pencetak gol penentu juara Liga Inggris musim ini bagi Chelsea, Michy Batshuayi mengaku sempat merasa frustasi karena jarang diturunkan Antonio Conte.

Liga Inggris  - Michy Batshuayi Akui Sempat Frustrasi Berat

Berita Liga Inggris – Pencetak gol penentu juara Liga Inggris musim ini bagi Chelsea, Michy Batshuayi mengaku sempat merasa frustasi karena jarang diturunkan Antonio Conte.

Setelah mencetak gol penentu bagi Chelsea dan kerap menjadi pemain lapis kedua, Michy Batshuayi yakin tenaganya akan dibutuhkan oleh Antonio Conte di musim mendatang.

Pada pertandingan kontra West Bromwich Albion, Sabtu (13/05) malam WIB kemarin, pemain asal Belgia itu membuktikan diri dengan mencetak satu-satunya gol di penghujung laga.

Gol tersebut membuat The Blues dipastikan menjadi juara Liga Inggris, padahal sebelumnya Conte kerap menurunkan Diego Costa sebagai striker utama.

Terbukti, di laga melawan Watford, Selasa (16/05) dini hari WIB lalu, Ia diturunkan sejak menit pertama dan menyumbangkan sebiji gol.

Pemain yang didatangkan pada musim panas tahun lalu dari Marseille ini pun mengaku karir debutnya di London tidak berjalan sebagaimana mestinya namun Michy mengaku masih bisa bersabar.

“Ada banyak rasa frustrasi, tapi ini klub besar dengan pemain-pemain yang bagus. Saya harus sedikit memahaminya juga. Saya terbilang masih muda jika dibandingkan pemain-pemain lainnya. Saya hanya bisa terus berlatih keras,” ucap Batshuayi pada The Guardian.

“Kami mempunyai skuat yang bagus, dengan berisikan pemain-pemain yang berkualitas. Mereka menyenangkan dan rendah hati juga. Chelsea seperti keluarga besar. Ketika Anda bekerja di kondisi seperti itu, sepanjang hari, maka itu luar biasa.”

“Tentu saja ada rasa frustrasi sebab saya tidak bermain banyak. Jadi menikmati diri saya dengan rekan-rekan tidak sesederhana seperti yang selalu terlihat.”

“Namun saya pun memahami bahwa saya harus terus memperbaiki diri. Saya bahagia. Rekan-rekan di tim selalu mendukung saya. Mereka menyemangati saya untuk mengambil peluang dan menasehati saya agar tidak bersedih. Mereka turut senang dengan saya sekarang. Itu sangat positif.”

“Tentu saja musim ini menjadi pelajaran bagi saya. Sebuah periode yang sangat sulit, tapi saya pun belajar banyak. Saya telah berkembang pesat. Sebagai seorang pria, secara mental tapi juga secara fisik.”

“Secara taktik juga. Hal-hal tersebut bisa terjadi karena manajer seperti Antonio Conte. Dia menginginkan Anda berlatih, berlatih dan berlatih. Setiap hari.”