Lima Tantangan Jose Mourinho di Manchester United

Setelah Alex Ferguson, belum ada pelatih yang mampu membawa United merengkuh trofi Primer League. David Moyes, Ryan Giggs, dan Louis Van Gaal, semuanya gagal. Bagaimana dengan Mou?

Jose Mourinho hampir bisa dipastikan membesut Manchester United. Hanya saja, usai era sukses Alex Ferguson, belum ada pelatih yang mampu membawa United merengkuh trofi Primer League. David Moyes, Ryan Giggs, dan Van Gaal, semuanya gagal. Lantas, bagaimana dengan Mou? Ini lima tantangannya…

1. Memberi harapan dan menyatukan pendukung

Tugas pertama Jose Mourinho yaitu menyatukan para fans agar mendukungnya sebagai pelatih. Karena ekspektasi besar fans, siapa saja pelatihnya, harus mampu membawa United juara. Jalan satu-satunya adalah memberi harapan melalui permainan yang atraktif dan produktif.

Mou harus banyak belajar dari meneer Van Gaal di Old Trafford. Kendati berhasil mempersembahkan Piala FA untuk United, namun pelatih asal Belanda itu dinilai kurang bahkan tidak berhasil membuat fans terhibur melalui gaya permainannya.

Musim ini, dibawa asuhan Van Gaal, United miskin gol. Hanya 49 gol di liga yang merupakan raihan terendah sejak seperempat abad lalu. Gaya permainan konservatif Van Gaal adalah sumber frustrasi fans selama dua tahun terakhir. Makanya, Mourinho harus memperbaikinya dan kembali mengangkat suasana hati fans Old Trafford. Dengan cara gaya sepakbola menyerang yang populis bagi fans.

Memang ada yang meragukan pendekatan Mou karena dikenal pragmatis. Mou dinilai cenderung memainkan sepakbola bertahan. Tetapi, fans Setan Merah boleh berbesar harap akan permaian sepakbola yang kaya gol. Karena statistik Mou saat membesut Real Madrid begitu fantastis. Ia menciptakan rekor musim 2011/12 di Madrid dengan mencetak 121 gol. Ini adalah bukti kuat Mou tak terpaku pada sepakbola monoton tetapi menyerang.

2. Belanja bijaksana di bursa transfer

Mourinho juga harus lebih bijaksana di pasar transfer. Selama masa Van Gaal, sudah seperempat miliar pound digelontorkan untuk belanja pemain. Anthony Martial adalah salah satu belanja boros United. Hanya saja, pembelian beberapa pemain tak diimbangi dengan prestasi yang diraih.

Seperti pembelian Angel Di Maria yang harganya mahal namun penampilannya mengecewakan. Mourinho harus memutuskan siapa pemain berkinerja buruk namun masih layak dipertahankan. Dan ia juga harus berinvestasi pada pemain yang tepat. Bukan sembrono dalam pasar transfer.

Pelatih Portugis ini, akan sangat didukung oleh United di bursa transfer. Mou harus memperkuat lapisan pemain di pusat pertahanan yang dianggap keropos. Juga mempertajam lini serang yang selama ini merupakan kelemahan United paling menonjol.

Dilansir dari Sky Sport, Mou bakal menggaet Zlatan Ibrahimovic untuk memperkuat barisan striker. Sementara di lini pertahanan, diincar bek tangguh Everton John Stones. Ada juga gelandang Valencia Andre Gomes, lalu striker Juventus Alvaro Morata sebagai target potensial. Superagen Mou, Jorge Mendes, belakangan sangat terlibat aktif dalam membentuk skuat baru United versi Mou.

3. Yakinkan De Gea untuk bertahan

Bos baru United harus melakukan segala daya untuk mempertahankan David de Gea. Kiper Spanyol ini telah memenangkan penghargaan tiga tahun berturut sebagai pemain dengan kontribusi penting bagi klub.

Setelah gagal merekrut pemain berusia 25 tahun ini musim lalu, kini Real Madrid dikabarkan mulai membuka penjajakan baru bagi De Gea. Kiper Spanyol ini sangat mungkin tergoda oleh prospek kembali ke kampung halamannya. Di mana ia juga akan ditawarkan menjaga mistar gawang Madrid di Liga Champions musim depan. Yang musim ini, kompetisi Champions hambar di Old Trafford.

Di sisi lain, kesempatan untuk bekerja dengan Mourinho mungkin menarik. Apalagi mereka dibantu fakta berbagi agen yang sama yaitu Mendes. Mengamankan masa depan De Gea bisa menjadi pertempuran yang sulit untuk Mourinho. Tapi itu penting dia menangi.

4. Merangkul kaum muda

Di tengah musim suram di United, ada cercah harapan diciptakan Van Gaal dari akademi klub. Van Gaal dianggap sukses memberdayakan dan mengembangkan pemain muda dengan prospek bintang masa depan. Hadirnya Marcus Rashford, Jesse Lingard, Timothy Fosu-Mensah,dan Cameron Borthwick-Jackson membuat masa depan era baru United merekah.

Sementara, kritikus menuduh Mourinho memiliki catatan buruk mengembangkan pemain muda. Tetapi Mou diharapkan bisa melanjutkan apa yang dibangun Van Gaal. Muaranya diharapkan bisa terbentuk generasi emas United seperti angkatan1992. Dengan David Beckham, Ryan Giggs, paul Scholes sebagai kebanggaan tim. Mou diharap mengembangkan pemain muda saat ini menjadi bintang kelak.

Ini mungkin memang memerlukan perubahan dalam pendekatan Mou. Karena mantan manajer Chelsea ini pernah berjanji memberdayakan pemain muda The Blues saat ia kembali ke Stamford Bridge pada 2013/14. Tapi pada akhir, janjinya untuk mengubah Lewis Baker, Izzy Brown dan Dominic Solanke ke level permainan atas, terbilang gagal.

Akan tetapi, bukan berarti Mourinho juga tak punya reputasi soal pemain muda. Kurt Zouma dan Raphael Varane sebagai remaja di Chelsea dan Real Madrid menjadi pembelaannya. Tentu kinerja Mou mengembangkan pemain muda menjadi salah satu ujian menguji kepercayaan fans.

5. Mengekang konfrontasi?

Akan sangat dinantikan apakah sisi konfrontatif Mourinho akan berhasil mereformasi atau malah mendestruksi United? Ya, tak hanya menjadikan klub lawan sebagai musuh, tetapi juga pelatih cadas ini tak jarang menjadikan anak buahnya sebagai target ‘dilumpuhkan’ bila membangkang.

Teringat saat Mou di Real Madrid. Dia membangkucadangkan Casilas yang adalah kapten dan ikon klub. Juga insiden dengan tim dokter Chelsea Eva Carnerio yang meninggalkan awan gelap di musim mereka bersama Chelsea. Ini adalah hal yang dikhawatirkan Sir Bobby Charlton ketika ia mempertanyakan kesesuaian Mourinho untuk United pada 2012.

Publik Old Trafford berharap, Mourinho mengubah pendekatannya seperti saat dia melatih di klub-klub sebelumnya. Tapi persaingan lintas kota dengan musuh lamanya Pep Guardiola, kemungkinan dapat memompa darah panasnya. Juga kesempatan untuk bertarung dengan Arsene Wenger.

Sisi konfrontatif Mou inilah yang dipertanyakan apakah harus dipertahankan atau dibuang. Publik tentu akan menerimanya bila permainan United tidak menjemukan lagi lalu berprestasi. Kita nantikan saja.

Sepakbola.cc