Liverpool, Man Utd, Chelsea Punya Masalah Pertahanan

  • Manchester United dan Chelsea juga memiliki masalah di lini pertahanan sama seperti yang dialami Liverpool.

Kevin Keegan

Mantan pelatih Inggris, Kevin Keegan menilai pertahanan Liverpool telah dikritik secara tidak adil pada musim ini. Padahal menurut dia, Manchester United dan Chelsea juga mengalami masalah defensif.

Bos Liverpool Jurgen Klopp telah mendapatkan kritikan yang berat musim ini karena timnya kerap kebobolan gol mudah. Salah satu penyebabnya adalah karena ia gagal membawa bek tengah yang sangat dibutuhkan di musim panas.

The Reds telah kebobolan 12 gol dalam tujuh pertandingan pembukaan Premier League musim ini. Mereka terdampar di posisi ke tujuh dengan nilai 12 dan tertinggal tujuh poin di bawah pemimpin klasemen duo Manchester City dan Manchester United.

Tapi Kevin Keegan menilai klub Manchester, bersama dengan juara bertahan musim lalu Chelsea, bahwa mereka juga memiliki masalah dalam pertahanan.

Baik City dan United masing-masing telah kebobolan dua gol liga, sementara Chelsea telah kebobolan setengah dari kebobolan Liverpool sejauh ini.

“Saya tidak berpikir Manchester City, Manchester United atau Chelsea sangat defensif. Ini bukan hanya masalah Liverpool,” kata Keegan.

“Tidak menyenangkan menjadi bek. Jika seorang bek gagal dalam tiga tackle, dia langsung keluar sehingga tidak mengherankan mereka berhati-hati.”

“Saat ini semuanya dibangun untuk kemajuan tim yang hebat. Siapa yang menunjukkan performa dari para pemain bertahan?”

“Ya, mereka kebobolan gol dan mereka mengatakan itu seperti tim saya (Newcastle), tapi pada fans Liverpool ingin melihat permainan sepak bola yang bagus dan mereka ingin tim tersebut terus meningkat.”

Keegan juga mendukung Klopp, dengan mengklaim bahwa manajer Jerman itu adalah orang yang tepat untuk membawa Liverpool maju.

“Saya pikir dia manajer hebat. Dia cocok untuk Liverpool, dia bisa mendapatkan yang terbaik di Liverpool,” tambah Keegan.

“Saya rasa Klopp adalah pria yang apa adanya. Anda bisa mengerti apa yang dia katakan, dia tidak berbicara dengan teka-teki, dia mengatakan apa yang dia pikirkan.”

“Saya harap mereka memiliki kesabaran dengan dia jika itu tidak benar-benar berjalan cukup benar karena dia adalah orang yang tepat.”