Liverpool vs Southampton, Jurgen Klopp Salahkan Lapangan

177

Liverpool cuma bisa meraih hasil imbang, Jurgen Klopp lantas tak ragu untuk menyalahkan kualitas lapangan pertadingan di Anfield.

Featured Liga Inggris  - Liverpool vs Southampton, Jurgen Klopp Salahkan Lapangan

Berita Liga Inggris – Jurgen Klopp gagal membawa Liverpool menjauhi Manchester City yang ada di posisi keempat klasemen usai bermain imbang kala menjamu Southampton di Anfield, Minggu (07/05) malam WIB. Ia langsung salahkan lapangan.

Di laga tersebut tim tuan rumah kesulitan membongkar pertahanan The Saints yang bermain bertahan namun mempunyai satu peluang emas melalui titik putih setelah tangan Jack Stephens mengenai bola di kotak terlarang.

Sayangnya eksekusi James Milner masih bisa ditebak oleh Fraser Forster sehingga papan skor tidak berubah hingga peluit panjang ditiup.

Namun bagi Klopp, hasil imbang ini disebabkan oleh permainan tim tamu yang kerap membuang-buang waktu dan kondisi lapangan yang terlalu kering, sebagaimana faktor angin berpengaruh di laga melawan Southampton pada semi-final Piala EFL kemarin.

“Meskipun hanya mampu meraih hasil imbang, saya tidak suka membuat cerita darinya. Anda melihat sendiri apa yang mereka lakukan, kenapa Anda menginginkan saya untuk mengatakannya?” ujar pelatih asal Jerman itu pada konferensi pers sesuai laga.

“Saya tahu bagaimana seharusnya Anda menangani situasi seperti ini. Di satu sisi orang-orang akan berkata pintar dengan beralasan bahwa Milly [Milner] gagal mengeksekusi penalti. Sementara di sisi lainnya akan beranggapan bahwa bukan seperti itu olahraga dimainkan.”

“Saya tidak tahu. Pertandingan berjalan seperti ini, membutuhkan waktu lama [membuang-buang waktu] dan tiga bagus. Pada akhirnya, dua kartu kuning untuk mereka.”

“Dengan penundaan ini dan dengan gaya permainan Southampton…. saya tidak tahu berapa lama bagi Forster untuk melakukan tendangan-tendangannya. [Tambahan waktu] empat menit, saya harus mengaku itu ambisius,” sindirnya.

“Tentu saja saya tidak terlibat dengan itu. Saya tidak bisa memutuskannya. Apapun yang kami katakan, kami akan selalu terlihat seperti pecundang atau apapun itu.”

“Anda melihatnya, menulisnya dan kemudian, jika tidak ada yang membacanya, maka tidak ada masalah.”

“Saya tidak tidak ada yang mau mendengarnya tapi saya cukup berani untuk berkata bahwa lapangannya sangat kering.”

“Kami sudah menyirami lapangan tapi setelah 15 menit, dengan kondisi angin yang ada, tanahnya menjadi kering.”

“Itu sulit, Anda bisa melihatnya sendiri. Banyak umpan-umpan yang membuat Anda berkata ‘kenapa mereka bermain seperti itu’. Dalam permainan penguasaan bola Anda membutuhkan yang kondisi terbaik, jka memungkinan. Kami tidak bisa mendapatkan hal itu. Ini bukan salah siapapun, hanya deskripsi.”