Malky Mackay Batal Latih Crystal Palace Karena Skandal SMS Rasis, Mesum Dan Homofobia

Malky Mackay batal menjadi pelatih Crystal Palace karena terseret dalam skandal SMS yang berisi kata kata rasis, mesum dan homofobia saat menjabat sebagai manajer Cardiff tahun 2011-2013.

Crystal Palace telah membatalkan secara sepihak pembicaraan mengenai kemungkinan Malky Mackay akan menjadi pelatih klub tersebut, sementara posisi direktur olahraga Iain Moody untuk sementara akan dipertahankan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya Mackay menjalani interview untuk posisi pelatih Crystal Palace bersama dengan mantan manajer Tottenham, Tim Sherwood, di akhir pekan lalu. Dan Mackay sempat membuat Steve Parish sang pemilik Crystal Palace kagum dan yakin Mackay mampu menggantikan Tony Pulis. Mackay pun senang, karena bila ia menjadi pelatih Crystal Palace ia pun akan bersatu kembali dengan sahabatnya Iain Moody yang kini menjadi direktur olah raga Crystal Palace.  Dulunya keduanya bekerja di Cardiff City.

Lalu tiba-tiba pada selasa lalu pihak Crystal Palace membatalkan penunjukkan Malky Mackay, beberapa kabar mengatakan ini ada hubungannya dengan tindakkanya selama menjadi manajer di Cardiff City.

Dan rupanya, asosiasi sepakbola Inggris, FA, telah memberitahu pemilik Crystal Palace untuk mencari pelatih lain dan membatalkan proses penunjukkan Mackay. Selanjutnya FA membeberkan alasan mengapa jangan menggunakan jasa Malky Mackay.

FA kini rupanya telah menerima berkas bukti lengkap yang menuduh Malky Mackay dan Iain Moody (direktur olahraga Crystal Palace) atas tindakan rasisme, mesum dan homofobia dalam serangkaian pesan teks atau SMS yang dikirim selama mereka bersama di Cardiff City.

Rupanya yang mengirimkan berkas berkas tuduhan tersebut adalah  pengacara Cardiff City. Cardiff City adalah klub yang dimiliki seoarang warga negara China kelahiran Malaysia, Vincent Tan.

Rupanya Vincent sudah mencium keburukan Malky Mackay selama menjadi pelatih di Cardiff. Sang bos mencurigai dengan aksi transfer yang dilakukan oleh Mackay dan Iain Moody. Vincent Tan pun akhirnya memecat Malky meski sebelumnya Malky dan Moody telah secara resmi meminta maaf kepada Vincent Tan. Namun penyelidikan tetap berlanjut menganai transfer 8 pemain yang dianggap janggal itu. Saat menggeledah rumah Iain Moody awal maret lalu, pihak FA menyita beberapa barang, komputer dan hape Iain Moody.

Dan saat berhasil membongkar data sebanyak kurang lebih 70.000 pesan pendek and 100.000 email yang sebelumnya telah dihapus, terbongkarlah semuanya. Lalu apa saja sih pesan pesan tersebut?

Berikut ini sebagian pesan singkat antara Malky Mackay dan Iain Moody …

‘F**kn chinkys. F**k it. There’s enough dogs in Cardiff for us all to go around.’ (Saat datangnya pemain baru asal Korea, Kim Bo-Kyung)

‘Go on, fat Phil. Nothing like a Jew that sees money slipping through his fingers’ (menyasar kepada Phil Smith)

‘He’s a snake, a gay snake. Not to be trusted’ (ke ofisial klub lain)

‘Not many white faces amongst that lot but worth considering.’ (saat akan mendatangkan pemain baru)

‘I hope she’s looking after your needs. I bet you’d love a bounce on her falsies.’ (menyasar kepada agen wanita)