Manajer Lain Perlu Belajar Dari Juergen Klopp

  • Untuk soal mengambil hati para suporter, tak ada yang lebih pintar dari Juergen Klopp. Lihat aksi terakhirnya saat jumpa pers akhir pekan. Lihat kaos yang dikenakannya.

 

Untuk soal mengambil hati para suporter, tak ada yang lebih pintar dari Juergen Klopp. Lihat aksi terakhirnya saat jumpa pers akhir pekan. Lihat kaos yang dikenakannya.

Untuk soal kecepatan mengambil hati para pendukung Liverpool maka Juergen Klopp mungkin adalah manajer terbaik dari klub Merseyside itu.

Membawa tim mereka lolos sampai ke final Piala Liga dan menjadi manajer Liverpool pertama yang menyingkirkan Manchester United keluar dari Liga Europa telah pasti membantu mayoritas fans untuk berdiri dan menyatakan dukungan padanya. Tapi cara bos Jerman itu beradaptasi dengan logat dan gaya hidup Scouse khas penduduk kota Liverpool telah sama penting dalam membuat penduduk setempat jatuh cinta dengan dia.

Dia mengambil pelajaran Scouse dari seorang anak Scouse. Dia juga menggoda para Mancunians, menolak untuk berbicara taktik menjelang laga Inggris karena “bahkan di Manchester pun mereka memiliki televisi.”

Dan sekarang dia datang ke konferensi pers akhir pekan ini mengenakan T-shirt yang dihiasi dengan wajah para Liverpudlians paling terkenal dari semua: THE BEATLES.

 

Buat kamu yang baru saja lahir dan tidak tahu siapa itu The Beatles, ini merupakan sebuah band rock Inggris, dibentuk di Liverpool pada tahun 1960. Dengan anggota John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr, mereka secara luas dianggap sebagai band terpenting dan paling berpengaruh dari era musik rock.

Berakar dengan gaya rock and roll 1950-an, the Beatles kemudian bereksperimen dengan beberapa gaya musik, mulai dari balada pop dan musik India sampai psychedelia dan hard rock, seringkali menggabungkan elemen klasik dalam musik mereka dengan cara-cara inovatif. Pada awal 1960-an, popularitas mereka pertama kali muncul dengan julukan “Beatlemania”.

Pendeknya, The Beatles adalah salah satu kebanggaan kota Liverpool dan Juergen Klopp tahu betul cara mengambil hati para pendukung tim.