Marcos Rojo Akui Sering Tendang Alexis Sanchez

Alexis Sanchez dan Marcos Rojo yang memperkuat Manchester United.
Alexis Sanchez dan Marcos Rojo yang memperkuat Manchester United.

Marcos Rojo mengaku lega Alexis Sanchez bergabung ke klub Liga Inggris Manchester United setelah sebelumnya kerap berduel kala rekannya itu masih memperkuat Arsenal.

Pesepak bola asal Chile itu meninggalkan Emirates pada Januari silam dengan ditukar Henrikh Mkhitaryan, setelah menghabiskan karir empat tahun di London.

Marcos Rojo kerap bersua Sanchez kala memperkuat tim nasional Argentina dan juga di level klub tapi kini ia mengaku lega hanya berhadapan dengannya di level internasional saja.

“Saya sudah berulang kali berhadapan dengan Alexis, baik kala bermain kontra Arsenal atau Chile,” ujar Rojo pada Inside United.

“Kami seakan selalu berduel di atas lapangan, jadi sekarang lebih baik lagi karena berada di tim yang sama sebab kami selalu berakhir saling tendang.”

Advertisement

“Itu gaya saya dan cara saya bermain. Saya sudah seperti ini sejak masih kanak-kanak. Saya sangat agresif dan emosional di atas lapangan. Saya tipe pemain asal Amerika Selatan, kami sangat agresif. Ini sudah ada di dalam darah saya dan tidak akan mengubahnya.”

“Namun Alexis orang yang hebat, setelah sekarang saya mengenalnya lebih dalam. Dia pemain yang fantastis dan saya harap Alexis memberikan kemampuan terbaiknya di United.”

“Dia beradaptasi dengan baik dan memiliki rumah baru. Malahan rumah tersebut bekas rumah yang saya miliki kala pertama kali tiba di United.”

Di musim ini Marcos Rojo kesulitan untuk bermain reguler setelah sembuh dari cedera parah pada November silam.

Akan tetapi ia berjanji untuk menarik perhatian Jose Mourinho agar bisa masuk skuat tim nasional Argentina di Piala Dunia 2018.

“Rasanya senang bisa kembali setelah mengalami cedera parah. Ada banyak hal yang harus saya kejar dan ada periode waktu yang sulit, setelah absen selama enam atau tujuh bulan. Jadi rasanya senang bisa kembali ke atas lapangan.”

“Saya akan berusia 28 tahun pada Maret nanti dan itu fase usia yang menunjukkan seberapa dewasa Anda sebagai seorang pesepak bola dan memperlihatkan seberapa banyak Anda memetik pelajaran. Saya merasa lebih percaya diri, lebih berpengetahuan dan lebih yakin dengan kemampuan saya tiap tahunnya.”

“Harapan saya adalah sebisa mungkin bermain sesering mungkin di sisa musim dan kemudian mengangkat trofi. Musim lalu kami memenangkan tiga piala [Community Shield, Piala EFL dan Liga Europa] jadi akan hebat andai bisa mengulanginya lagi musim ini.”