Fellaini Anggap Pelatih Ini Seperti Ayahnya

  •   Berita Bola — Boleh jadi Marouane Fellaini adalah satu-satunya pemain Manchester United yang merasa sangat sedih ketika David Moyes dipecat Manchester United di pertengahan musim 2013-14. Dia sudah menganggap Moyes seperti ayahnya. Bagi Fellaini, tanpa sentuhan tangan Moyes dia tak bisa jadi pemain terkenal seperti saat ini. Karena jasa Moyes pula, dia bisa bergabung dengan […]

 

Berita Bola — Boleh jadi Marouane Fellaini adalah satu-satunya pemain Manchester United yang merasa sangat sedih ketika David Moyes dipecat Manchester United di pertengahan musim 2013-14. Dia sudah menganggap Moyes seperti ayahnya.

Bagi Fellaini, tanpa sentuhan tangan Moyes dia tak bisa jadi pemain terkenal seperti saat ini. Karena jasa Moyes pula, dia bisa bergabung dengan klub elit Manchester United.

Fellaini merupakan pembelian pertama Moyes saat ditunjuk menggantikan Sir Alex Ferguson di ManchesterUnited pada musim 2013-14. Fellaini dibeli dari Everton dengan harga 27,5 juta poundsterling.

Kedua sosok itu menghabiskan lima tahun bersama di Goodison Park sebelum transfer tersebut. Sayangnya Moyes tidak bertahan lama di Old Trafford usai dipecat sebelum musim 2013-14 berakhir. Tugasnya lalu dilanjutkan oleh Ryan Giggs sebelum kemudian Louis Van Gaal masuk pada musim 2014-215.

Fellaini mengaku dirinya menangis saat Moyes dipecat. Bagi dia, Moyes sudah seperti seorang ayah yang begitu memberikan perhatian penuh pada pengembangan karirnya.

“Moyes, ia seperti ayah kedua bagi saya. Ia amat tegas pada saya, namun itu untuk kebaikan saya sendiri,” tutur Fellaini pada La Derniere Heure. “Setiap ia menghukum saya, ia akan membawa saya ke lapangan untuk berlatih dan melakukan satu sesi hanya untuk saya. Kami biasa melatih banyak hal, teknis, taktik, dan fisik.”

“Saya banyak berkembang karena dirinya ketika saya datang ke Inggris, pertama di Everton dan kemudian di Manchester. Ketika ia dipecat oleh United, saya menangis. Saya tidak malu mengatakannya, karena ia sudah melakukan segalanya untuk saya. Ia adalah seorang pelatih yang bagus dan kami masih sering bicara satu sama lain,” tambah pemain Belgia ini.