Mengapa Rafael Yang Pendek Menjaga Raksasa Didier Drogba?

19

Entah Louis Van Gaal tidak punya bayangan betapa tingginya Didier Drogba, atau ia meremehkan kemampuan sang penyerang yang kini sudah berusia 36 tahun itu. Mantan gelandang Liverpool dan Tottenham Hotspur Jamie Redknapp mengkritik cara Manchester United melakukan pertahanan terhadap sepak pojok, yang menyebabkan terjadinya gol Didier Drogba di laga big match Minggu malam WIB lalu. The […]

Liga Inggris  - Mengapa Rafael Yang Pendek Menjaga Raksasa Didier Drogba?

Entah Louis Van Gaal tidak punya bayangan betapa tingginya Didier Drogba, atau ia meremehkan kemampuan sang penyerang yang kini sudah berusia 36 tahun itu.

Mantan gelandang Liverpool dan Tottenham Hotspur Jamie Redknapp mengkritik cara Manchester United melakukan pertahanan terhadap sepak pojok, yang menyebabkan terjadinya gol Didier Drogba di laga big match Minggu malam WIB lalu.

The Blues berhasil lebih dulu unggul 1-0 ketika Drogba memantulkan satu sundulan keras ke arah gawang, yang tak bisa dielakkan oleh Robin van Persie dan berakhir menjadi gol.

Sementara Redknapp memuji keterampilan Drogba untuk mendapatkan gol tersebut, dia mempertanyakan mengapa Rafael adalah orang yang ditugaskan untuk menjaga sang legenda The Blues.

“Ketika Didier Drogba menanduk bola itu, saya tidak bisa percaya apa yang saya lihat. Bukan karena dia mencetak gol, tetapi cara Man United membela sepak pojok itu,” kata Redknapp dalam satu tulisannya untuk Daily Mail.

“Saya tidak peduli jika Drogba berusia 36 atau 46 tahun, dia masih salah satu penanduk bola terbaik yang kita lihat di liga ini. Mengapa Rafael yang ditugasi untuk menjaganya? Drogba tingginya 188 centimeter. Rafael 172 centimeter.”

“Sebelum pertandingan setiap tim memiliki daftar, siapa menjagai siapa. Pasti aneh ketika kedua pemain itu disatukan.”

Rafael dikenal sebagai bek kanan yang penuh semangat dan agresif namun Redknapp benar ketika menyatakan dia adalah pemain yang sangat berbeda dengan Drogba dalam hal ukuran fisik dan kekuatan.

Untungnya bagi Manchester United, kesalahan itu tidak terlalu merusak karena Van Persie kemudian bisa memanfaatkan satu bola liar di penghujung laga untuk memastikan bahwa tuan rumah menyelesaikan pertandingan dengan satu poin yang layak.

Manajer United Louis van Gaal telah dipaksa untuk memainkan pertahanan yang berbeda-beda beberapa kali musim ini, tapi timnya secara perlahan menyesuaikan diri dan klub memiliki waktu untuk mengevaluasi kesalahan seperti ini guna memastikan mereka tidak mengulangi kesalahan serupa di masa depan.