Ozil Tak Menyesal Pilih Arsenal

Berita Bola — Sudah tiga musim Mesut Ozil bergabung dengan Arsenal. Namun dia belum berhasil mengangkat trofi Premier League bersama klub itu.

Berita Bola —¬†Sudah tiga musim Mesut Ozil bergabung dengan Arsenal. Namun dia belum berhasil mengangkat trofi Premier League bersama klub itu.

Gelandang internasional Jerman ini bergabung dengan Arsenal dari Real Madrid pada 2 September 2013. Banyak yang berharap waktu itu kehadirannya bisa membantu The Gunners mengakhiri puasa gelar Premier League.

Tapi, penampilannya pada musim pertama benar-benar mengecewakan. Dia mendapatkan banyak kritikan karena performanya yang dinilai tak sepadan dengan harga transfernya yang sebesar 50 juta euro. Tak berbeda jauh di musim keduanya, gelandang Jerman tersebut juga tampil tak konsisten karena masalah cedera yang kerap kambuh.

Tentang penampilan buruknya di dua musim pertama itu, Ozil beralasan dirinya kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Arsenal dan lingkungan yang baru. Selain itu, gangguan cedera juga membuat dia sulit menunjukkan permainan terbaiknya di musim kedua.

“Pada bulan Agustus tahun 2013, saya meninggalkan Real Madrid di mana gaya bermain sangat berbeda. Saya butuh beberapa bulan untuk menemukan kaki saya. Saya juga harus terbiasa dengan lingkungan baru. Saya berpikir masalah ini bisa dimaklumi. Pada musim kedua,saya memulai dengan bagus sebelum mengalami cedera,” jelas Ozil.

Meski terus dikritik dan gagal bermain bagus, Ozil tak putus asa. Dia juga tak menyesali keputusannya untuk bergabung dengan Arsenal. Sebaliknya dia terus berlatih keras untuk meningkatkan performanya. Terbukti di musim ketiganya atau pada musim 2015-16, dia mampu membuat delapan gol dan 20 assist di semua kompetisi.

“Tidak, saya tidak pernah menyesal memilih Arsenal. Saya tak pernah meragukan kemampuan saya untuk berhasil di Premier League. Para kritikus dan saat-saat sulit mendorong saya untuk bekerja lebih keras lagi. Saya berpikir bahwa saya telah menunjukkan pada dunia, saya telah belajar untuk menerima bahwa anda bisa memiliki titik terendah,” ungkapnya.

“Saat saya bermain kurang baik, saya tetap tenang, sementara saya bekerja dua kali lebih keras dalam sesi latihan. Melalui ketekunan, saya menjadi pemain yang lebih baik,” tandasnya.

Sepakbola.cc