Middlesbrough Punya Alasan Sendiri Ganti Manajer

Sepakbola – Middlesbrough dinilai berhak dan punya alasan sendiri untuk ganti manajer mereka. Hal itu dijelaskan oleh satu tokoh bola internasional.

Gilabola.com –¬†Middlesbrough dinilai berhak dan punya alasan sendiri untuk ganti manajer mereka. Hal itu dijelaskan oleh satu tokoh bola internasional.

Middlesbrough ikut menjadi perhatian pengamat. Steve Gibson menilai Middlesbrough berada di tangan yang benar dengan penunjukkan Steve Agnew sebagai suksesor Aitor Karanka.

Karanka dibebaskan dari tugasnya pada Kamis (waktu setempat) setelah membawa Boro naik ke kasta tertinggi Liga Inggris di akhir musim lalu sebagai runner-up divisi Championship.

Sayang perjalan apik manajer asal Spanyol di kasta kedua tidak terulang di musim ini, dengan menduduki peringkat kedua dari bawah pada klasemen sementara.

Padahal target yang diusung pada awal musim ialah berusaha sekuat tenaga untuk tetap berada di panggung teratas.

Dengan sisa 11 pertandingan lagi, maka jelas tugas Agnew adalah meraih tiga poin aman demi keluar dari zona merah.

Sosok Agnew sendiri bukan orang baru di skuat Middlesbrough, sebab ia pernah menjadi pelatih sementara melawan Charlton Athletic musim lalu, ketika Karanka berselisih dengan beberapa pemain dan staf.

“Saya sudah mengenal Steve [Agnew] sudah lama. Dia pelatih yag bagus dan asisten yang bagus juga. Ada banyak kemampuan yang Ia miliki dibanding yang orang-orang tahu dan sedikit lebih tahan banting,” ujar Gibson, pada The Times.

“Steve bisa menjadi manajer kejutan. Penunjukkan dia mungkin membuat pihak-pihak yang ingin seseorang yang terkenal dan mempunyai nama terkena tapi bukan itu yang kami butuhkan saat ini.”

“Saya ingin mencari tahu lebih soal Steve. Telepon saya tidak berhenti berdering.”

“Saya mendapatkan penawaran dari agen-agen yang menawarkan beberapa individu dan saya memiliki kejutan juga. Saat ini Steve mendapatkan semua dukungan yang bisa kami beri. Dia lebih dari sekedar penyelamat.”

Ketika ditanya apa yang melatarbelakangi pemecatan Karanka, Gibson menilai sang arsitek yang pernah menimba ilmu di Real Madrid itu keletihan.

“Saya sudah banyak melakukan diskusi dengan Aitor sejak akhir pekan lalu. Kami setuju bahwa pendekatan berbeda sangat dibutuhkan.”

“Aitor capek. Dia sudah bekerja keras demi klub selama tiga setengah tahun dan tensi yang ada di akhir musim lalu menghabiskan semua tenaga setiap orang. Lalu kami melakoni musim panas yang sangat sibuk.”

“Aitor berusaha keras untuk membawa para pemain masuk dan belum melakukan jeda sejak masuk ke klub. Apa yang kami sepakati, dia dan saya, dalah Ia mungkin bukan manajer yang tepat untuk saat ini demi membawa perubahan.”

“Saya tahu banyak orang bersikap sinis ketika mengetahui keputusan ini berdasarkan kesepakatan bersama, tapi Aitor memang tidak dipecat. Dia mengorbankan dirinya sendiri.

Sepakbola.cc