Morgan Schneiderlin Kritik Mantan Bos MU

  • Gilabola.com – Morgan Schneiderlin dengan berani telah mengkritik sosok mantan bos Manchester United. Ada kekesalan di hatinya jika ingat sang manajer.

Gilabola.com –┬áMorgan Schneiderlin dengan berani telah mengkritik sosok mantan bos Manchester United. Ada kekesalan di hatinya jika ingat sang manajer.

Morgan Schneiderlin, gelandang Everton, mengungkapkan pengalamannya bekerja bersama Louis van Gaal saat masih bermain bagi Manchester United.

Morgan Scheneiderlin memberikan kritik terhadap mantan bosnya di Manchester United, Louis van Gaal. Keduanya pernah bekerja sama di Old Trafford selama 2 musim sejak tahun 2014 hingga 2016 sebelum pelatih asal Belanda itu digantikan oleh Mourinho di awal musim ini. Setengah musim setelah itu, Scheneiderlin menyusul hengkang dari United dan bergabung dengan Everton.

Schneiderlin mengungkapkan bahwa dirinya tidak menikmati bermain sepakbola di bawah kendali Van Gaal. Gelandang berusia 27 tahun itu menyebut bahwa sistem kepelatihan Van Gaal membuat dirinya tidak mendapat kebebasan bermain di atas lapangan dan merasa bahwa dirinya bekerja seperti robot.

“Saya tidak memainkan banyak pertandingan di United musim ini. Mourinho mengatakan bahwa dia menyukai saya, namun dia harus membuat keputusan. Saya menghormati hal itu, sama seperti dia menghormati keputusan saya bergabung dengan Everton,” ujar Schneiderlin kepada L’Equipe.

“Bahkan jika saya tidak banyak bermain di bawah Mourinho, namun setidaknya saya mulai kembali menikmati sepakbola. Hal itu tidak terjadi di musim pertama saya.”

Schneiderlin melanjutkan : “Tahun pertama saya di bawah Louis van Gaal tidak memberikan saya begitu banyak kesenangan. Saya tidak menikati diri saya di atas lapangan. Dia memberi saya sedikit kebebasan di atas lapangan, meski saya memiliki pengalaman di Liga Inggris.

“Saya merasa seperti roboh di bawahnya. Dia mengatakan kepada saya untuk tidak pernah meminta bola di area tertentu dan mengatakan kepada saya untuk tidak melakukan banyak hal. Instruksi-instruksi tersebut sedikit membuat saya frustasi.

“Anda akan selalu bertanya kepada diri anda sendiri selama pertandingan apakah anda akan mengikuti instruksi dari pelatih dan hal itu tidak akan memperlihatkan performa anda, terutama di Manchester United, di mana setiap pertandingan selalu berada dalam pengawasan media dan di mana anda selalu banyak mendapatkan kritikan.”