Mourinho Peringatkan Laga vs Maribor Tak Semudah 6-0 Lagi

14

Manajer Chelsea Jose Mourinho telah mendesak timnya untuk melupakan “skor palsu” 6-0 mereka vs Maribor di Stamford Bridge ketika mereka akan bertemu orang-orang Slovenia di laga lanjutan Liga Champions Grup G, Kamis dinihari WIB. “Biasanya, untuk mencetak gol, kita perlu banyak peluang,” kata Mourinho dalam konferensi pers, Selasa. “Melawan Maribor semuanya berjalan sesuai keinginan, kesempatan pertama kami […]

Liga Champions Liga Inggris  - Mourinho Peringatkan Laga vs Maribor Tak Semudah 6-0 Lagi

Manajer Chelsea Jose Mourinho telah mendesak timnya untuk melupakan “skor palsu” 6-0 mereka vs Maribor di Stamford Bridge ketika mereka akan bertemu orang-orang Slovenia di laga lanjutan Liga Champions Grup G, Kamis dinihari WIB.

“Biasanya, untuk mencetak gol, kita perlu banyak peluang,” kata Mourinho dalam konferensi pers, Selasa. “Melawan Maribor semuanya berjalan sesuai keinginan, kesempatan pertama kami memiliki gol, yang kedua jadi gol dan seterusnya.”

“Saya tahu mereka adalah tim yang bagus. Saya menyaksikan mereka melawan Sporting dan Schalke terutama, tapi saya juga telah menyaksikan beberapa pertandingan dari liga Slovenia.”

“Mereka terorganisasi dengan baik dan memiliki pemain bagus yang mencoba untuk bermain sepak bola ofensif.”

“Kemenangan 6-0 adalah situasi palsu karena itu satu-satunya pertandingan, bersama dengan pertandingan melawan Everton, di mana satu kesempatan berarti satu gol,” tambah Mourinho mengacu pada skor kejar-kejaran 6-3 Chelsea di laga Premier League di Goodison Park awal musim ini.

Pemenang Liga Champions 2012 itu berada di puncak Grup G dengan tujuh poin dari tiga pertandingan dan sebuah kemenangan lain pada Kamis dinihari WIB nanti hampir pasti menjamin satu tempat mereka di babak sistem gugur.

“Saya menikmati sepak bola dan bagian dari kenikmatan adalah untuk selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik,” kata Mourinho.

“Mudah-mudahan dalam waktu 10 tahun saya akan berusia 60 tahun dan beberapa pemain saya akan mengatakan si kakek itu selalu ingin menang, selalu ingin meningkatkan dan selalu termotivasi.”

“Saya di momen terbaik dalam karir saya dan saya ingin menikmatinya. Bagian dari kenikmatan bermain di kompetisi terbaik terhadap lawan terbaik, melatih pemain terbaik, dan klub terbaik.”

“Tapi jika Anda melihat pertandingan dengan mata pelatih Anda selalu menemukan hal-hal yang dapat ditingkatkan. Saya tidak suka orang membuang-buang bakat,” tambah Portugis yang memenangi Liga Champions bersama Porto pada 2004 dan bersama Inter Milan pada tahun 2010.

“Jika Anda tidak memiliki bakat Anda hidup dengan apa yang Anda miliki tetapi ketika Anda memiliki bakat, dan jika saya memiliki pemain muda, berbakat, maka mereka harus merasa selalu ada ruang untuk memperbaiki diri.”