Nani sindir Cristiano Ronaldo

  • Winger Portugal dan Manchester United, Luis Nani, menyindir Cristiano Ronaldo yang meminta jadi penendang kelima saat adu penalti dengan Spanyol di babak semifinal Euro 2012, Kamis (28/6) dinihari WIB. Menurut Nani, seorang pemain seharusnya menuruti perintah pelatih. Sebelumnya Ronaldo mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa menjadi penendang pertama atau kedua. Nah ketika pelatih menanyainya ingin menjadi […]

Winger Portugal dan Manchester United, Luis Nani, menyindir Cristiano Ronaldo yang meminta jadi penendang kelima saat adu penalti dengan Spanyol di babak semifinal Euro 2012, Kamis (28/6) dinihari WIB. Menurut Nani, seorang pemain seharusnya menuruti perintah pelatih.

Sebelumnya Ronaldo mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa menjadi penendang pertama atau kedua. Nah ketika pelatih menanyainya ingin menjadi penendang keberapa, dia menjawab menjadi penendang kelima.  “Pelatih tanya kepada saya apakah ingin menjadi penendang kelima, saya jawab iya,” kata Ronaldo.

Sebagai pemain kunci dan kapten tim, banyak orang mengatakan, Ronaldo seharusnya menjadi penendang pertama. Sebab keberhasilan dia dalam mengeksekusi penalti akan menaikkan kepercayaan diri rekan-rekannya. Namun, seperti diketahui, Ronaldo sama sekali tak mengeksekusi penalti waktu itu karena Spanyol sudah lebih dulu unggul 4-2.

Keputusan Ronaldo yang memilih jadi penendang kelima itulah yang disindir Nani. Seharusnya, kata dia, Ronaldo menjadi penendang pertama, karena dia merupakan eksekutor utama bola-bola mati di timnas Portugal.

“Cristiano Ronaldo yang meminta penalti terakhir,” kata Nani. “Saya sendiri? saya katakan kepada pelatih bahwa saya akan menerima apa pun yang diperintahkan.”
“Bagi saya, adu penalti bukanlah masalah, karena itu cuma adu keberuntungan. Saya pikir, kami tidak layak kalah seperti ini,” sambung Nani.

Boleh jadi Ronaldo memilih jadi penendang terakhir agar tidak terbebani tanggung jawab jika timnya kalah dalam adu penalti. Atau bisa jadi pula dia takut jadi penendang pertama karena trauma dengan kegagalan eksekusinya saat Real Madrid disingkirkan Bayern Munich dalam adu penalti di babak semifinal Liga Champions bulan lalu. Bagaimana pendapat Anda?