Pelatih Inggris sesali diri terlalu berharap pada Rooney

3

Untuk pertama kalinya sejak kekalahan menyakitkan adu penalti di perempatfinal Euro 2012 vs Italia, pelatih Inggris Roy Hodgson mengakui bahwa dirinya mungkin salah karena terlalu berharap pada penyerang asal MU, Wayne Rooney. Ia dan seluruh tim manajemen FA terlalu berharap pada performa baik Wayne Rooney akan mencapai puncaknya di Euro 2012. Maka, ketika Rooney gagal […]

Liga Europa Liga Inggris  - Pelatih Inggris sesali diri terlalu berharap pada Rooney

Untuk pertama kalinya sejak kekalahan menyakitkan adu penalti di perempatfinal Euro 2012 vs Italia, pelatih Inggris Roy Hodgson mengakui bahwa dirinya mungkin salah karena terlalu berharap pada penyerang asal MU, Wayne Rooney.

Ia dan seluruh tim manajemen FA terlalu berharap pada performa baik Wayne Rooney akan mencapai puncaknya di Euro 2012. Maka, ketika Rooney gagal memperlihatkan penampilan terbaiknya, seluruh tim merasakan akibatnya.

Rooney tidak bisa diturunkan di dua laga awal grup akibat skorsing UEFA karena pemain temperamental itu menendang seorang pemain Montenegro di laga kualifikasi Euro tahun silam. Namun saat diturunkan di laga ketiga grup vs Ukraina, pemain asal Manchester United itu tidak tampil sempurna, meski mengukir satu gol kemenangan The Three Lions.

Pemain kelahiran 24 Oktober 1985 itu dinilai terlalu minim sumbangsihnya bagi tim di laga perempatfinal vs Italia sehingga laga terpaksa diakhiri dengan adu penalti, sesuatu yang menjadi momok dan ‘kutukan’ Inggris selama bertahun-tahun.

“Saya merasa bahwa kami terlalu berharap pada Rooney. Ia berusaha keras namun tidak bisa menampilkan performa terbaiknya. Saya kira Rooney juga kecewa dengan penampilannya,” tandas Hodgson. Menurut sang pelatih, bukan hanya dirinya, tapi ekspektasi fans Inggris terhadap Rooney pun sama tingginya.

Namun Hodgson tidak terlalu ambil pusing perihal itu. Ia berpendapat setiap tim juga memiliki harapan tinggi terhadap satu-dua individu yang diharapkan memberikan kontribusi besar bagi tim. Misalnya Ukraina yang menggantungkan harapan kepada Andriy Shevchenko atau Swedia yang terhadap Zlatan Ibrahimovic.

“Dalam setiap tim elit dunia ada satu-dua individu sebagai bintang utama. Misalnya Diego Maradona saat membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1986. Kali ini bukan nasib baiknya Rooney,” tegas Hodgson.