Pep Guardiola Ngotot Membela Claudio Bravo

7

Penampilan Claudio Bravo di bawah mistar gawang Manchester City banyak dikritik. Dia ternyata tak lebih baik dari Joe Hart.

Pep Guardiola Ngotot Membela Claudio Bravo - berita Liga Inggris

Penampilan Claudio Bravo di bawah mistar gawang Manchester City banyak dikritik. Dia ternyata tak lebih baik dari Joe Hart.

Berita Liga Inggris – Manajer Pep Guardiola menyingkirkan Joe Hart dari posisi kiper nomor satu Manchester City pada musim panas 2016 lalu hanya demi memberi tempat kepada Claudio Bravo. Joe Hart kemudian dibuang ke klub Italia, Torino.

Guardiola memboyong Bravo dari Barcelona karena alasan si kiper punya kemampuan mendistribusikan bola dari belakang dan ikut membangun serangan. Karakternya itu dinilai cocok dengan filosofi permainan Guardiola.

Namun dalam perjalanannya di separuh awal musim 2016-17 ini, performa Bravo ternyata jauh dari yang diharapkan. Beberapa kali dia melakukan kesalahan fatal yang berbuah gol ke gawang City. Dia seringkali tidak meyakinkan dalam mengantisipasi umpan-umpan silang dan bola-bola atas. Orang pun mulai mempertanyakan kualitas kiper asal Chile itu.

Guardiola sepertinya mengabaikan semua pandangan orang itu tentang Bravo. Dia “keukeuh” membela dengan menyebut Bravo sabagai salah satu kiper terbaik di dunia. Menurut dia, penjaga gawang 32 tahun itu hanya butuh waktu adaptasi dan sangat yakin pemainnya itu akan kembali menemukan performa terbaiknya.

“Dia cukup cerdas, dia punya cukup pengalaman, dia dinominasikan sebagai satu dari lima kiper terbaik di dunia. Dia punya pengalaman di Eropa, di seluruh dunia, di Amerika Selatan, di mana intensitas pertandingan di sana sangat berat,” ujar Guardiola di Sky Sports.

“Dia mungkin hanya perlu berhati-hati dengan bola-bola yang masuk ke kotak penalti semacam ini. Saya yakin dia menyadari itu dan akan memperbaikinya.”

“Seperti pemain-pemain baru di posisi lainya, dia butuh waktu beradaptasi. Saya melihat banyak kiper yang punya masalah serupa seperti Claudio dengan bola-bola ini dan ketika mereka berjuang untuk mereka. Ini bukan cuma Claudio Bravo,” tegas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen ini.