Pep Guardiola Sudah Punya Alexis Sanchez di Skuadnya

Para pecinta sepakbola Inggris terkejut saat Manchester City tak berhasil luluhkan Arsenal, ketika mereka tawarkan Raheem Sterling sebagai ganti Alexis Sanchez.

Mengganti Sanchez dengan Raheem Sterling tampaknya memang sesuatu yang tak sesuai, bagi mereka yang jarang saksikan permainan Sterling. Terutama, setelah masa suramnya dengan Inggris pekan ini.

Alexis Sanchez memang tak diragukan lagi kualitas kelas dunianya. Performa pemain asal Chile ini dinilai bisa memperbaiki opsi lini serang the Citizens.

Tapi mengintip masa lalu Sanchez mungkin mengungkapkan mengapa Pep Guardiola tidak terlalu tertarik untuk membelinya di saat ia masih berusia 22 tahun, dan lebih suka menunggunya setelah lebih matang. Ketika Sanchez masih berusia 20-an, kesamaan antara situasinya dan Sterling sangat mencolok.

Udinese merekrutnya dari klub lokal Chile, Cobreloa, saat ia masih berusia 17 tahun dan segera meminjamkannya ke klub lain. Pertama, Sanchez dipinjamkan ke klub Colo-Colo, kemudian ke River Plate.

Tidak seperti Sterling, yang jadi bintang di Liverpool pada usia 17 tahun, Sanchez dilindungi dan dipelihara sebelum memulai debutnya di Udinese tak lama setelah ia rayakan ulang tahunnya yang ke-20.

Tapi, perkembangannya tidak berjalan mulus. Sanchez dinilai sebagai bakat mentah, darah muda yang tampil tak konsisten dan kerap menantang para pengambilan keputusan – yang harus korbankan banyak pemain sayap berbakat.

Sementara Sterling, kerap dikritik karena kurang produktif, terutama, ketika ia harus mencetak gol. Kritik pedas bahkan datang pula dari Guardiola.

Namun, Sanchez berhasil mencetak 21 gol dalam tiga musim karirnya di Udinese. Ini sebuah koleksi yang berhasil dicapai Sterling hanya dalam dua tahun di City.

Lalu, ketika Sanchez bergabung dengan Barcelona, ​​ia mulai membuat tanda dalam hal gol, walau ia tak mencapai puncaknya sampai kumpulkan 30 gol untuk Arsenal musim lalu. Ini jadi satu-satunya momen dalam karir Sanchez, bisa kumpulkan banyak gol seperti itu.

Sanchez, seperti juga Sterling, sangat menyadari kekurangannya. Menjelang musim 2010/11, dia mengakui dia harus mencetak lebih banyak gol.

Sterlng, sejauh ini musim ini, sudah berhasil menyumbang dua gol untuk City, dalam satu kali penampilannya sebagai starter dan dua kali sebagai pemain pengganti. Jika dia bisa terus konsisten dengan permainan apiknya, dan mempertajam sedikit saja aksinya di sekitar area lawan, maka Guardiola diyakini sudah punya ‘Sanchez’ dalam skuadnya saat ini, yaitu Raheem Sterling.

Sepakbola.cc