Permainan Inggris mundur lima tahun

5

Hampir semua pengamat sepakbola di Inggris dan Eropa menilai permainan Inggris kalah kelas dibandingkan Italia di babak perempat final Piala Eropa 2012, Senin (25/6) dinihari WIB. Malah mantan pemain Timnas Inggris, Chris Wanddle, menyebut permainan Inggris mundur lima tahun. “Sama sekali tidak ada kemajuan dalam permainan Inggris. Mereka masih bermain seperti empat lima tahun lalu. […]

Liga Europa Liga Inggris Liga Italia  - Permainan Inggris mundur lima tahunHampir semua pengamat sepakbola di Inggris dan Eropa menilai permainan Inggris kalah kelas dibandingkan Italia di babak perempat final Piala Eropa 2012, Senin (25/6) dinihari WIB. Malah mantan pemain Timnas Inggris, Chris Wanddle, menyebut permainan Inggris mundur lima tahun.

“Sama sekali tidak ada kemajuan dalam permainan Inggris. Mereka masih bermain seperti empat lima tahun lalu. Tak ada perubahan yang dilakukan Roy Hodgson. Dia hanya menerapkan sepak bola bertahan dan pemain harus berjibaku tungganglanggang di lapangan,” kata Chris Waddle yang dikutip BBC Radio 5 Live.

Dalam laga melawan Italia dinihari tadi, Inggris memang didikte Italia hampir sepanjang waktu permainan. Dari statistik penguasaan bola, Inggris hanya mencatat 35 persen ball possesion. Itu lebih buruk dibandingkan ketika mereka melawan Perancis (39 persen), Swedia (48 persen), dan Ukraina (45 persen). Dalam laga tadi, Steven Gerrard dkk juga hanya melakukan sembilan tembakan ke arah gawang, sedangkan Italia 34 tembakan.

Mantan pelatih Inggris Graham Taylor, dan eks pemain timnas Inggris, Lee Dixon, juga berpendapat serupa dengan Waddle.
“Sangat frustrasi hanya duduk dan melihat pertandingan yang didominasi satu tim setelah 15 menit pertama. Tak ada yang dapat dikatakan lagi,” kata Taylor.

“Malam ini, Inggris kalah total. Dengan banyaknya peluang Italia yang terbuang, Anda akan berpikir Inggris akan menang. Anda merasakan hal itu untuk Inggris, tapi Italia pantas untuk menang,” ungkap Dixon.

Mantan pemain dan pelatih Jerman, Juergen Klinsmann, menilai Italia terlalu tangguh bagi Inggris.
“Italia terlalu superior atas Inggris. Mereka mampu mengontrol pertandingan dan unggul secara fisik. Sebenarnya saya berharap banyak untuk Inggris, tapi mereka gagal mengatur tempo permainannya dengan Italia. Inggris tak bisa mempersempit ruang gerak lawan,” katanya.