Prediksi Italia vs Inggris: Inilah titik lemah Buffon jika harus penalti

5

Berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya, Roy Hodgson mengaku mempersiapkan tim untuk adu penalti jika laga perempatfinal Italia vs Inggris berakhir seri malam ini. Meski tidak mau mengungkapkan nama-nama sang eksekutor, namun beberapa nama favorit diprediksi akan jadi ekskutor tim, yakni Steven Gerrard, Wayne Rooney, Ashley Cole, Ashley Young dan Glen Johnson. Lawan mereka, kiper Gianluigi Buffon, […]

Liga Europa Liga Inggris Liga Italia  - Prediksi Italia vs Inggris: Inilah titik lemah Buffon jika harus penalti

Berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya, Roy Hodgson mengaku mempersiapkan tim untuk adu penalti jika laga perempatfinal Italia vs Inggris berakhir seri malam ini.

Meski tidak mau mengungkapkan nama-nama sang eksekutor, namun beberapa nama favorit diprediksi akan jadi ekskutor tim, yakni Steven Gerrard, Wayne Rooney, Ashley Cole, Ashley Young dan Glen Johnson.

Lawan mereka, kiper Gianluigi Buffon, ternyata punya titik lemah, yakni cenderung melemparkan dirinya ke kanan. Sebanyak 6 dari 10 kesempatan penalti terakhir, entah bersama klub Juventus atau timnas Italia, ia menerjang ke kanan. Dan dari 10 kali penyelamatan itu, Buffon hanya bisa menyelamatkan satu.

Atas dasar itu calon eksekutor dari timnas Inggris boleh bersiap-siap untuk menendang ke sisi kiri Buffon.

Lebih bagus lagi: titik kiri atas Buffon. Ia tidak pernah menjangkau ke ruang kosong itu, seperti disimpulkan harian The Sun Inggris.

Buffon yang sudah bermain 117 kali untuk tim Azzuri adalah salah satu kiper paling mahal dalam sejarah klub.

Ia mengatakn sudah bersiap untuk adu penalti sejak pekan lalu. “Tentu saja kami siap untuk itu. Kami sudah melatih penalti sejak pekan silam.

“Kami harus yakin bahwa kami siap. Sejauh ini kami sudah mengalahkan tim-tim lain dan membungkam kritik terhadap kami di Italia.  Sekarang kami berambisi memenangkan trofi itu,” lanjut Buffon.

“Kami ada di medan peperangan dengan delapan tim terbaik di Eropa dan kami tahu menghadapi Inggris tidaklah mudah.”

Para ahli menemukan bahwa penalti yang diambil di bawah tekanan cenderung gagal dan hanya menyisakan tingkat kesuksesan 60% saja. Sebaliknya penalti yang diambil dalam keadaan draw atau unggul 92% akan berhasil. Begitu juga eksekutor penalti pertama cenderung berhasil dibandingkan eskekutor berikutnya. Tekanan terhadap eksekutor nomor 4 dan 5 akan sangat besar, dan probabilitas keberhasilannya turun jauh.