Ini Alasan Raheem Sterling Tinggalkan Liverpool

25

Raheem Sterling mengungkapkan alasannya pergi dari Anfield, Liverpool dan menerima tawaran untuk bergabung dengan klub kaya raya Manchester City di tahun 2015.

Liga Inggris  - Ini Alasan Raheem Sterling Tinggalkan Liverpool

Liga Inggris  - Ini Alasan Raheem Sterling Tinggalkan Liverpool

 

Raheem Sterling mengungkapkan alasannya pergi dari Anfield, Liverpool dan menerima tawaran untuk bergabung dengan klub kaya raya Manchester City di tahun 2015.

Banyak yang menilai jika uang dan gaji tinggi merupakan alasan Sterling kala menerima pinangan Manchester City di musim panas tahun 2015 silam. Manchester City saat itu harus merogoh kocek sebesar 44 juta poundsterling untuk membawa pemain timnas Inggris itu ke Etihad Stadium.

Pemain berusia 21 tahun itu menepis anggapan uang menjadi motivasi utamanya bergabung dengan City. Sterling mengungkapkan bahwa dirinya ingin meraih trofi, dan ia merasa jika tetap berada di Liverpool maka ia akan kesulitan merealisasikan impiannya.

“Saya ingat pernah mengatakan kepada agen saya, pada saat saya berumur 22 tahun, jika saya belum memenangkan apapun pada saat itu dan jika saya belum bermain di kompetisi terbesar maka saya perlu melihat memikirkan kembali pilihan saya,” ujar Sterling pada Premier League Show. “Anda selalu ingin memastikan bahwa anda bermain di level tertinggi dan terbaik.

“Saya selalu mencintai Liverpool dan mereka adalah tim yang besar dan tim yang hebat, dan membantu perkembangan saya. Saya sama sekali tidak memiliki masalah besar di sana, dengan fans atau semacam itu jadi itu benar-benar bukan cara yang saya sukai untuk pergi.”

Sterling kemudian mengungkapkan apa yang terjadi selama Euro 2016 kemarin merupakan salah satu periode terberatnya sejauh ini. Sterling banyak di kritik selama event tersebut dan Inggris harus tersingkir secara memalukan dari Islandia di babak 16 besar.

“Tepat sebelum Euro merupakan waktu yang paling sulit bagi saya,” lanjutnya. “Bahkan ketika pertandingan pemanasan sebelum berangkat ke Euro, anda bisa mendengar hal-hal negatif sebelum turnamen dimulai  ketika Anda hendak pergi dan mewakili negara Anda.

“Anda mencoba untuk melakukan yang terbaik semampunya, tapi Anda mungkin tidak mendapat dukungan yang dibutuhkan oleh setiap pemain, bukan hanya para pemain muda.”