Sikap Liverpool Terkait Sanksi Suarez

20

  Hukuman larangan tampil Suarez selama 4 bulan jelas membuat kubu Liverpool dirugikan dengan keputusan itu. Praktis, Suarez tidak bisa tampil di pertandingan kompetitif The Reds di awal musim. Sikap Liverpool terkait sanksi ini. Hingga saat ini, Liverpool belum bersikap reaktif terkait keputusan FIFA yang menghukum Luis Suarez berkecimpung dalam sepakbola selama 4 bulan menyusul […]

Liga Inggris Piala Dunia  - Sikap Liverpool Terkait Sanksi Suarez

 

Hukuman larangan tampil Suarez selama 4 bulan jelas membuat kubu Liverpool dirugikan dengan keputusan itu. Praktis, Suarez tidak bisa tampil di pertandingan kompetitif The Reds di awal musim. Sikap Liverpool terkait sanksi ini.

Hingga saat ini, Liverpool belum bersikap reaktif terkait keputusan FIFA yang menghukum Luis Suarez berkecimpung dalam sepakbola selama 4 bulan menyusul tindakan tidak sportif menggigit bahu bek Timnas Italia, Giorgio Chiellini.

Liverpool dikabarkan masih mempelajari sanksi yang diterima Suarez. Bila FIFA bertahan dengan keputusan menghukum Suarez, kemungkinan besar sang pemain tidak bisa tampil di 9 pertandingan awal Premier League musim 2014-15.

“Kami membutuhkan waktu mempelajari secara hati-hati dampak yang timbul dari hukuman yang diterima Suarez dari FIFA; aktif dalam sepakbola selama 4 bulan sementara sanksi itu didapat saat Suarez bermain di Timnas,” tulis pernyataan Liverpool sesuai rilis The Mirror.

Liverpool menekankan, mereka tidak akan berusaha lepas tanggung jawab. Sebab, bagaimanapun Suarez berstatus sebagai pemain Liverpool.

“Sekarang, kami hanya menitikberatkan dari situasi dan butuh kehati-hatian untuk merespon keputusan yang rumit.”

Dalam catatan, bukan sekali ini saja Liverpool mengalami kerugian buntut dari ulah Suarez. Liverpool sempat tanpa Suarez 8 pertandingan setelah terlibat insiden rasisme dengan bek Manchester United, Patrice Evra.

Jangan lupa, Liverpool juga sempat dibuat “menderita” dengan sanksi 10 laga tidak bisa memainkan Suarez karena menggigit bek Branislav Ivanovic, April 2013 lalu.