Federasi Sepak bola Internasional (FIFA) kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap defender Birmingham City, Martin Taylor, menyusul tekel kerasnya terhadap pemain depan Arsenal, Eduardo da Silva.

Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan, tekel itu ‘tidak berhubungan dengan sepak bola’. FIFA akan lebih dulu bertanya pada Birmingham melalui Federasi Sepak bola Inggris (FA), terkait kasus itu. Kemudian, badan otoritas sepak bola dunia itu akan membicarakan sanksi yang sepadan untuk Taylor.

Setelah menekel Eduardo dalam pertandingan yang digelar di Stadion St Andrew, 23 Februari silam, Taylor diganjar kartu merah dan dilarang berlaga dalam tiga pertandingan berikutnya. Eduardo kini masih menjalani perawatan guna pemulihan patah kaki yang dialaminya.

Selain absen selama sembilan bulan, pemain kelahiran Brasil itu bahkan tak bisa memperkuat timnas Kroasia di kejuaraan Eropa 2008, Juni mendatang.

“Kami mempertimbangkan beberapa opsi. Salah satunya, bila pemain yang cedera harus absen selama sembilan bulan, bagaimana bila pemain yang menyebabkannya cedera juga tidak bermain sampai korbannya sembuh. Kita akan perhatikan kemungkinan itu. Kami ingin pemain-pemain yang bersalah karena melakukan tekel keras dihukum berat, kalau memang harus dilarang bermain seumur hidup, itu bisa saja terjadi,” ujar Blatter.

Menurut Blatter, alasan dia memikirkan hal tersebut, karena dia tak ingin melihat para pemain sepak bola saling ‘membunuh’ satu sama lain di lapangan. “Kami akan mendiskusikannya dalam kongres mendatang (di Sydney, Mei 2008), dan kami harus melakukan sesuatu terkait hal itu,” tegasnya lagi.

Meski Eduardo diberitakan menerima permintaan maaf Taylor, Blatter menegaskan tindakan melakukan tekel keras di lapangan -apalagi hingga menyebabkan cedera parah- tetap harus ditindak. (cha)

BAGIKAN