Ternyata Presiden Real Madrid Pernah Tolak Cristiano Ronaldo Karena Kemahalan

7

Manchester United nyaris bisa membatalkan transaksi Cristiano Ronaldo sebelum pemain itu memaksakan transfer yang memecahkan rekor dunia waktu pindah ke Real Madrid pada tahun 2009. Pemegang penghargaan Ballon d’Or itu meninggalkan United senilai Rp 1,2 Trilyun tetapi kesepakatan hampir saja batal karena pihak Real Madrid berpikir bahwa itu terlalu mahal. Presiden pada saat Florentino Perez sudah sangat dekat dengan menarik diri keluar dari […]

Manchester United nyaris bisa membatalkan transaksi Cristiano Ronaldo sebelum pemain itu memaksakan transfer yang memecahkan rekor dunia waktu pindah ke Real Madrid pada tahun 2009.

Pemegang penghargaan Ballon d’Or itu meninggalkan United senilai Rp 1,2 Trilyun tetapi kesepakatan hampir saja batal karena pihak Real Madrid berpikir bahwa itu terlalu mahal.

Presiden pada saat Florentino Perez sudah sangat dekat dengan menarik diri keluar dari kesepakatan, demikian pendahulunya Ramon Calderon mengungkapkan dalam sebuah wawancara.

Calderon mengatakan kepada Revista de la Liga, “Ketika Florentino menjadi presiden dan datang ke klub, ia ingin menghentikan [negosiasi Ronaldo]. Dia pikir itu sangat mahal.”

“Dia tahu dia adalah seorang pemain yang baik tapi ia pikir ia tidak layak sejumlah itu. Itu adalah masalah yang dia punya di awal dengan Cristiano. Siapa yang tahu itu?”

Dan Calderon juga mengungkapkan bahwa adalah Ronaldo yang memaksakan transaksi itu terus berlanjut, bukan pemilik United seperti yang diduga banyak orang saat itu.

Calderon mengatakan, “Ini adalah saat yang sulit. Kami sedang menegosiasikan kontrak ketika saya berbicara dengan [mantan kepala eksekutif Man United] David Gill tentang penujualan pemain itu tapi dia berkata ‘tidak’…”

“Mereka mengatakan ‘kami tidak menjual Cristiano, kami tidak ingin dia pergi’. Itu sesuatu yang normal. Tapi pemain ingin pergi. Kami lalu bernegosiasi selama dua tahun.”