Terungkap Alasan Sesungguhnya Mengapa Andre Villas-Boas Dipecat

  •   Terungkap sudah alasan sesungguhnya mengapa manajer Chelsea Andre Villas-Boas dipecat. Ia diboikot oleh beberapa pemain senior Chelsea. Hal itu diungkapkan oleh mantan bek Chelsea Ashley Cole, yang mengklaim bahwa pelatih asal Portugal itu tidak memiliki dukungan secukupnya  dari ruang ganti tim utama. Pelatih berusia 37 tahun itu diangkat sebagai pengganti Carlo Ancelotti di musim […]

 

Terungkap sudah alasan sesungguhnya mengapa manajer Chelsea Andre Villas-Boas dipecat. Ia diboikot oleh beberapa pemain senior Chelsea.

Hal itu diungkapkan oleh mantan bek Chelsea Ashley Cole, yang mengklaim bahwa pelatih asal Portugal itu tidak memiliki dukungan secukupnya  dari ruang ganti tim utama.

Pelatih berusia 37 tahun itu diangkat sebagai pengganti Carlo Ancelotti di musim panas 2011, namun dipecat pada pertengahan musim pertamanya bertugas di klub London Barat itu saat sang pemilik, Roman Abramovich, merasa semakin frustrasi.

Milyarder Rusia itu dikritik karena cara ia menangani kepergian Villas-Boas yang terlalu cepat, hampir tidak memberikan kesempatan untuk menancapkan kekuasaannya didalam tim Blues.

Namun, menurut mantan bek kiri Cole, manajer tersebut selalu menghadapi perjuangan yang berat untuk memenangkan hati para pemain senior Chelsea, dan itu mungkin merupakan alasan mengapa ia dibebaskan dari tugasnya secara prematur, setelah hanya sembilan bulan bertugas.

“Ada beberapa pemain yang tidak mau bekerja keras untuk Villas-Boas,” Cole menegaskan dalam sebuah wawancara dengan Sky Sport Italia. “Tapi begitu [Roberto] Di Matteo tiba, semuanya berubah.”

Sebagai buntut dari periode naas Villas-Boas di Stamford Bridge, Chelsea memenangkan Piala FA dan Liga Champions di bawah manajemen interim Italia, sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi di bawah rezim sebelumnya.

Pada musim panas berikutnya Villas-Boas memperoleh kesempatan kedua di Premier League, kali ini di Tottenham Hotspur pada bulan Juli 2012.

Namun, setelah 18 bulan di White Hart Lane ia pergi meninggalkan London lagi, kali ini dengan kesepakatan bersama, sebelum akhirnya mendarat di raksasa Rusia, Zenit St Petersburg, bulan Maret 2014.

Ashley Cole sementara itu meninggalkan Chelsea pada batas akhir kontraknya di musim panas, dan memilih tantangan baru di luar Inggris setelah memilih untuk bergabung dengan raksasa Serie A, AS Roma, musim 2014/15.

Pemain berusia 33 tahun itu telah mengalami awal yang sulit untuk hidup di Stadio Olimpico, dan telah dicadangkan oleh Rudi Garcia untuk beberapa pertandingan terakhir melawan Sampdoria dan Napoli.

Dia kembali ke starting XI saat laga kemenangan hari Minggu atas Torino, dan menikmati waktunya di negara baru dengan budaya yang berbeda.

Rumor baru-baru ini menyebut Cole akan pindah dari Roma pada bulan Januari, tapi wakil klub David Manasye menepis berita itu.

“Ashley sangat bahagia di Roma dan dia menetap dengan baik dan menjadi lebih baik sepanjang waktu,” katanya kepada calciomercato.it.