Tottenham Pilih Pemain Akademi

886

Ketua Tottenham Hotspur Daniel Levy menegaskan pembangunan stadion baru tidak menahan aktivitas mereka di bursa transfer musim panas ini.

Liga Inggris  - Tottenham Pilih Pemain Akademi

Tottenham Hotspur belum mendatangkan satu pemain pun pada jendela transfer musim panas ini, meski para rival mereka meraih tempat di Liga Champions secara signifikan telah memperkuat timnya masing-masing dengan mendatangkan pemain baru.

Arsenal memecahkan rekor transfer mereka untuk striker Alexandre Lacazette, Manchester United telah menghabiskan Rp 1,29 triliun untuk Romelu Lukaku, dan Chelsea membeli Alvaro Morata seharga Rp 1,21 triliun.

Tottenham menempati posisi kedua di musim terakhir mereka bermarkas di White Hart Lane, dan satu tahun di Wembley sekarang menunggu stadion mereka selesai dibenahi.

Namun, sementara klub harus secara pribadi mendanai sendiri perbaikan stadion mereka yang akan berkapasitas 61.559 tempat duduk itu, ketua Tottenham Hotspur Daniel Levy telah menggarisbawahi keinginan manajer Mauricio Pochettino untuk mengembangkan pemain akademi.

Spurs telah dikaitkan dengan playmaker Everton, Ross Barkley, dan telah menjual Kyle Walker ke Manchester City seharga 50 juta poundsterling atau setara Rp 867 miliar.

Tapi mencari pemain baru musim panas ini bukan pilihan klub, kecuali Tottenham menemukan pemain yang mereka inginkan.

“Kami punya tugas mengelola klub dengan tepat,” kata Levy. “Beberapa kegiatan transfer sedang berlangsung saat ini dan itu tidak mungkin dilakukan secara berkelanjutan.”

“Sebuah klub dapat membelanjakan lebih dari Rp 3,47 triliun, lebih besar dari pendapatan mereka, itu pasti akan membuat anda tertarik. Tetapi anda tidak dapat terus melakukan hal itu.”

“Jelas saat anda membangun stadion sebesar ini dan semuanya harus dibiayai secara pribadi – tidak ada bantuan apapun dari negara – ini adalah sebuah tantangan.”

“Kita harus menemukan keseimbangan finansial yang tepat tapi sejujurnya saya katakan itu tidak berdampak pada aktivitas transfer kami, karena kita belum berada di tempat di mana kita telah menemukan pemain yang ingin kita beli tapi kita tidak bisa kita membelinya.”

“Posisi kami dalam transfer adalah kami memiliki pelatih yang sangat percaya pada pemain akademi, jadi kecuali jika kami dapat menemukan pemain yang akan membuat perbedaan, kami lebih memilih untuk memberikan kesempatan pada salah satu pemain akademi kami.”

“Akademi itu penting karena jika kita menghasilkan pemain kita sendiri, kita tidak harus mengeluarkan 20 juta pound (347 miliar rupiah) atau 30 juta pound (520 miliar rupiah) untuk membeli pemain.”

“Seorang pemain akademi memiliki kedekatan dengan klub dan itulah yang ingin dilihat fans.”