Van Gaal vs Pep, Siapa Lebih Jago Menurut Bos Bayern Munich?

24

Ketua Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge menggambarkan Louis van Gaal sebagai pelatih berbiaya tinggi dengan “ego besar”. Rummenigge sempat menyewa manajer Manchester United itu pada tahun 2009, dan Van Gaal kemudian berhasil membawa pulang Bayern dengan piala liga dan trofi ganda di tahun pertamanya bertugas, namun kehilangan treble karena kalah di final Liga Champions vs Inter Milan. Dia dipecat menjelang akhir musim kedua […]

Ketua Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge menggambarkan Louis van Gaal sebagai pelatih berbiaya tinggi dengan “ego besar”.

Rummenigge sempat menyewa manajer Manchester United itu pada tahun 2009, dan Van Gaal kemudian berhasil membawa pulang Bayern dengan piala liga dan trofi ganda di tahun pertamanya bertugas, namun kehilangan treble karena kalah di final Liga Champions vs Inter Milan.

Dia dipecat menjelang akhir musim kedua untuk tanggung jawabnya membawa Bayern hanya duduk di posisi keempat di Bundesliga dan sudah tersisih dari Piala DFB, menyebabkan sebuah akhir hubungan yang tidak selalu mudah, menurut sang bos besar Bayern.

“Begitu ia menyajikan otobiografinya di sebuah restoran mewah, saya tahu akan menghadapi masa-masa sulit di depan,” kata Rummenigge kepada majalah Jerman Spiegel.

“Louis van Gaal bukan pelatih berbudget murah. Dia ingin meng-‘VanGaal’-kan klub kami. Dia memiliki ego yang sangat besar.”

Rummenigge menaruh rasa hormat pada “pelatih bagus dan sukses itu”, tetapi mengklaim bahwa pelatih Pep Guardiola yang berkuasa saat ini adalah jauh lebih cocok untuk klub.

“Pep jenius,” kata Rummenigge. “Dia membuat Bayern sedikit lebih profesional.”

“Dia punya harapan yang tinggi, tetapi ia juga menghormati budaya klub ini. Dia memiliki banyak ide, kadang-kadang bukan ide yang normal, tetapi tidak pernah ide gila.”

Guardiola memenangkan Bundesliga, DFB Pokal dan FIFA Club World Cup di musim pertamanya bertugas, dan kemudian memperkuat skuad dengan sejumlah pemain seperti Mario Goetze dan Robert Lewandowski yang didatangkan dari rival liga, Borussia Dortmund.

Kedua transfer itu kontroversial.

Transfer Mario Goetze dilakukan pada malam sebelum laga semifinal Borussia Dortmund di ajang Liga Champions vs Real Madrid.

Sementara transfer Lewandowski adalah salah satu kasus paling rahasia dalam sepakbola Jerman, dengan Bayern menyetujui berbagai persyaratan dengan striker Polandia itu, bahkan sebelum mereka diizinkan untuk berbicara.

Namun Rummenigge membela diri dengan mengatakan, semua itu demi kepentingan Bundesliga.

“Jika kita tidak menandatangani mereka maka mereka sekarang akan bermain di luar negeri, entah di mana,” katanya. “Keduanya berhasil membuat liga lebih menarik.”

“Goetze memiliki tawaran luar biasa dari Manchester City sementara Real Madrid sangat menginginkan Lewandowski, dan bukankah akan ebih baik untuk Bundesliga?”