Wonderkid Arsenal Keturunan Ethiophia Pilihan Arsene Wenger

8

  Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memang jago dalam memilih pemain muda berbakat untuk memperkuat skuadnya. Belum lama  ini Arsene Wenger  merekrut Gedion Zelalem yang tak diragukan lagi bakal memiliki prospek cerah sebagai pemain bintang masa depan. Januari lalu adalah momen paling bersejarah bagi Gedion Zelalem. Sehari setelah debutnya bersama tim senior Arsenal, Zelalem sukses mengantongi […]

Gedion Zelalem

 

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memang jago dalam memilih pemain muda berbakat untuk memperkuat skuadnya. Belum lama  ini Arsene Wenger  merekrut Gedion Zelalem yang tak diragukan lagi bakal memiliki prospek cerah sebagai pemain bintang masa depan.

Januari lalu adalah momen paling bersejarah bagi Gedion Zelalem. Sehari setelah debutnya bersama tim senior Arsenal, Zelalem sukses mengantongi kontrak profesional pertamanya. Lebih lagi kontrak itu diberikan pada hari ulang tahunnya yang ke-17.

Gedion Zelalem adalah pemain jebolan akademi Arsenal pertama yang berhasil menembus tim utama sejak Arsene Wenger mengambil alih tahun 1996. Zelalem pernah bermain di tim junior MSC United, Bethesda Soccer Club, dan Olney Rangers, sebelum akhirnya ia direkomendasikan oleh pencari bakat Arsenal di Amerika Utara, Danny Karbassiyoon.

Zelalem masuk dalam daftar wonderkind yang dirilis oleh game Football Manager 2014. Pada daftar gelandang tengah game itu, rating Zelalem mencapai 81.  Paul Pogba tetap menjadi pemilik rating tertinggi dengan nilai 84. Hebatnya, Zelalem juga mampu berperan sebagai gelandang serang.

Zelalem merupakan anggota tim nasional Jerman U-17.  Selain Jerman, pemuda yang bergabung dengan akademi Arsenal pada 2012 itu diminati  oleh tim nasional Amerika Serikat.

Dilahirkan di Berlin, Jerman, namun  Zelalem tinggal dan besar di Washington, Amerika Serikat sejak ia berusia 9 tahun hingga 16 tahun. Zelalem juga dapat memperkuat tim nasional Ethiophia karena kedua orangtuanya berasal dari sana.

Kedua orang tua Gedion hijrah dari Ethiophia pada 1990 demi mendapatkan suaka di Jerman. Keluarga Zelalem kemudian hijrah ke Washington pada 2006 karena di ibu kota Amerika Serikat itu terdapat komunitas Ethiophia yang besar.