Bek Napoli Jilat Pelatihnya, Sebut Jenius

  • Bek tengah Napoli, Kalidou Koulibaly, menyebut sosok Maurizio Sarri sebagai seorang pelatih jenius dan orang yang berjasa dalam karirnya.

Kalidou Koulibaly
Kalidou Koulibaly

Kalidou Koulibaly memuji pelatih Napoli, Maurizio Sarri setinggi langit. Dia menyebut Sarri sebagai orang yang berjasa dalam karirnya dan melabeli pelatih berusia 58 tahun itu sebagai pelatih yang jenius.

Sejak mengambil alih jabatan pelatih Napoli pada 2015 silam, Maurizio Sarri berhasil membuat tim asal kota Naples itu menjadi salah satu tim yang menampilkan sepakbola terbaik di Italia. Musim lalu sendiri Napoli menunjukkan kemampuan mereka dengan menempel ketat juara bertahan Juventus di Liga Italia.

Saat ini Napoli melakukan start awal musim yang impresif dengan meraih tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan di Liga Italia dan membuat mereka memuncaki klasemen sementara dengan 21 poin.

Berbagai pihak memberikan pujiannya kepada kemampuan Sarri dalam memoles Napoli. Salah satunya datang dari pemainnya sendiri, Kalidou Koulibaly.

“Dia berhasil membangkitkan saya, dia memberikan saya kepercayaan diri,” ujar bek tengah berusia 26 tahun itu pada Il Messaggero. “Dia adalah seorang pelatih yang jenius, dia bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.”

“Dia bisa membuat anda memahami bagaimana sepabola bisa dan tidak bisa diprediksi. Dia seperti orang yang cerdas. Setiap pertanyaan yang anda ajukan kepadanya, dia selalu memiliki jawaban atas hal itu dan jawaban yang ia berikan selalu benar. Dia membantu anda berpikir sebagai sebuah tim dan bukan sebagai individu.”

“Ketika dia tiba di Napoli, dia mengatakan kepada saya : ‘Lakukan seperti apa yang saya katakan maka anda bisa menjadi seorang pemain penting’. Saya sudah mencoba hal itu, namun saya sadar saya masih bisa memperbaiki diri. Singkatnya, dengan Sarri, sepakbola adalah matematikan.”

Napoli akan melakoni laga sulit di akhir pekan ini ketika mereka harus bertandang ke markas AS Roma dalam laga lanjutan Liga Italia pekan kedelapan. Meski mengaku ingin merasakan gelar Scudetto bersama Napoli, namun Koulibaly mengingatkan untuk fokus kepada pertandingan demi pertandingan.

“Kami percaya (mampu meraih Scudetto). Banyak orang telah mengatakan kepada saya seperti apa rasanya menjadi juara di Naples dan saya ingin merasakan hal tersebut. Saya tidak tahu apakah kami adalah tim terkuat, namun saya benar-benar menikmati bermain bagi Napoli. Sekarang kita tidak bisa memikirkan hal itu, kita harus memikirkan Roma terlebih dahulu.”