Bos Juventus Marah ke Gonzalo Higuain, Ini Alasannya

  • Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menilai Gonzalo Higuain masih bisa bermain lebih baik lagi jika ia mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.

Gonzalo Higuain

Pelatih Juventus, Max Allegri, mengungkapkan bahwa dirinya kerap kali merasa marah kepada Higuain dan merasa sang pemain belum bermain maksimal.

Performa Gonzalo Higuain di awal musim ini jauh dari kata memuaskan. Meski menjadi top skor Juventus musim lalu, namun Higuain baru menyumbangkan tiga gol dari tujuh laga awal di Liga Italia. Selain itu penampilannya juga kerap kali mendapatkan kritikan.

Pelatih Juventus sendiri, Max Allegri, menilai bahwa sang pemain belum memperlihatkan performa yang maksimal. Allegri mengakui jika dirinya marah melihat Higuain hanya mengeluarkan setengah dari kemampuannya di saat ia masih bisa bermain jauh lebih baik lagi.

“Gonzalo Higuain harus bisa lebih menentukan,” ujar pelatih berusia 50 tahun itu pada Tuttosport. “Sejauh ini dia telah mengeluarkan 50% kemampuannya dari apa yang bisa ia lakukan.”

“Higuain adalah seorang pemain yang luar biasa. Saya kerap kali marah kepadanya karena saya menuntut banyak hal dari dirinya, karena bagi saya dia bisa melakukan lebih banyak lagi. Saya tidak peduli apakah dia mencetak 25 atau 30 gol, namun hal yang terpenting adalah bahwa gol-gol tersebut adalah gol yang menentukan.”

“Secara fisik saat ini dia lebih baik dari sebelumnya, dia selalu berlatih selama jeda internasional namun dia masih belum 100%.”

Selain itu Allegri juga mengakui sulit untuk mengatakan apakah Paulo Dybala adalah pemain terbaik yang pernah ia latih, karena ia juga pernah melatih para pemain hebat seperti Andrea Pirlo, Ronaldinho, Ibrahimovic dan beberapa pemain lainnya.

“Selalu sulit untuk membandingkan pemain karena setiap pemain memiliki tipikal yang berbeda,” lanjutnya. “Saya cukup beruntung bisa melatih Andrea Pirlo, yang mana bermain dengan peran yang berbeda dan merupakan pemain yang sangat berbakat.”

“Ronaldinho adalah seorang pemain yang tidak biasa. Ada satu waktu di mana dia bermain melawan Barcelona, Camp Nou memberikan tepuk tangan padanya selama 10 menit. Selain itu saya juga pernah melatih Antonio Cassano, Robinho, dan Zlatan Ibrahimovic, yang mana mereka adalah pemain bertalenta dengan cara mereka sendiri, berbeda dibandingkan pemain yang lainnya.”

“Dybala saat ini masih berusia 23 tahun, dia masih harus banyak berkembang. Dia sudah banyak berubah secara fisik sejak tahun lalu. Dia butuh belajar bagaimana cara menangani pertandingan, karena dia bisa sedikit mengeluarkan enerti dalam pertandingan tertentu dan selain itu dia juga harus meningkatkan kemampuan kaki kanannya.”