Conte dihukum 10 bulan

5

Pelatih Juventus, Antonio Conte, dijatuhi hukuman skorsing selama 10 bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait keterlibatannya dalam kasus pengaturan skor atau scommessopoli. Meski ia tidak terlibat langsung, namun FIGC menyatakan Conte bersalah karena ia mengetahui kejahatan tersebut tapi tidak melaporkannya. Kasus tersebut terjadi saat Conte melatih klub Serie B, Siena pada 2010-2011. Ada […]

Liga Italia  - Conte dihukum 10 bulanPelatih Juventus, Antonio Conte, dijatuhi hukuman skorsing selama 10 bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait keterlibatannya dalam kasus pengaturan skor atau scommessopoli. Meski ia tidak terlibat langsung, namun FIGC menyatakan Conte bersalah karena ia mengetahui kejahatan tersebut tapi tidak melaporkannya.

Kasus tersebut terjadi saat Conte melatih klub Serie B, Siena pada 2010-2011. Ada dua upaya pengaturan skor saat itu, yakni Siena melawan Novara dan Siena melawan AlbinoLeffe.

Mantan pemain timnas Italia itu sempat mengajukan plea bargain, atau semacam negosiasi hukuman berupa skorsing selama tiga bulan dan denda sebesar 200 ribu euro atau sekitar Rp2,3 miliar, namun ditolak oleh FIGC.

Komisi Disiplin FIGC pun akhirnya memutuskan menghukum Conte dengan hukuman skorsing 10 bulan, yang baru akan berakhir pada 9 Juni 2013 mendatang. Hukuman tersebut lebih ringan lima bulan daripada tuntutan jaksa.

Dalam sidangnya FIGC juga menghukum asisten Conte, baik ketika di Siena maupun Juventus, Angelo Alessio, diskors delapan bulan.

Sementara itu  dua pemain Juve, Leonardo Bonucci dan Simone Pepe dibebaskan dari dakwaan karena inkonsistensi kesaksian dari Andrea Masiello. Pemain Atalanta itu menuduh Bonucci terlibat langsung dan Pepe mengetahui adanya percobaan pengaturan skor dalam laga Bari vs Udinese pada Mei 2010. Awalnya Bonucci dan Pepe terancam hukuman 3,5 tahun dan satu tahun skorsing.

Sementara itu Lecce, yang terdegradasi ke Serie B pada musim lalu diturunkan ke divisi Lega Pro bersama dengan Grossetto atas dakwaan keterlibatan langsung dalam pengaturan pertandingan untuk mendatangkan keuntungan dalam perjudian.

Presiden Grosseto, Piero Camili, dan eks Presiden Lecce, Giovanni Semeraro, sama-sama menerima hukuman lima tahun skorsing karena mengetahui adanya percobaan pangaturan pertandingan yang melibatkan tim masing-masing.