Gennaro Gattuso Pilih Ditikam Pisau Dibanding Kebobolan oleh Kiper

Gennaro Gattosu lebih memilih ditikam oleh sebilah pisau dibanding harus merasakan gol penyeimbang Benevento di menit-menit akhir laga Liga Italia.

Gennaro Gattosu lebih memilih ditikam oleh sebilah pisau dibanding harus merasakan gol penyeimbang Benevento di menit-menit akhir laga Liga Italia.
Gennaro Gattosu lebih memilih ditikam oleh sebilah pisau dibanding harus merasakan gol penyeimbang Benevento di menit-menit akhir laga Liga Italia.

Gennaro Gattuso mengaku puas dengan kinerja para pemain AC Milan walau kesal laga kontra Benevento berakhir imbang 2-2.

Pertandingan pertama Gattuso itu awalnya berjalan lancar kala Giancomo Bonaventura membawa Rossoneri unggul lebih dahulu di babak pertama.

Akan tetapi George Puscas mampu menyamakan kedudukan di babak kedua, sebelum dibalas oleh Nikola Kalinic, tiga menit kemudian.

Sayangnya Alessio Romagnoli harus keluar lapangan lebih cepat usai mendapatkan akumulasi kartu kuning pada pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Ciro Vigorito, Minggu (03/12) malam WIB itu.

Sadar lawannya bermain dengan 10 orang, Benevento terus memborbardir lini belakang Milan dan beberapa detik sebelum laga usai, tuan rumah mendapatkan tendangan bebas.

Penjaga gawang Benevento pun maju ke kotak penalti Milan untuk membantu mencuri gol dan sukses. Dengan hasil seri 2-2 ini skuad asuhan Roberto De Zerbi itu mampu mengakhiri kekalahan beruntun di 14 pertandingan namun mengancam upaya Milan naik ke zona Eropa.

Gennaro Gattuso pun kesal tapi ia mengaku tidak menuduh macam-macam kepada wasit meski dia terlihat berkata-kata kepada ofisial kala laga usai.

“Rasanya menyakitkan. Lebih baik ditikam saja,” ujar Gattuso yang baru ditunjuk menggantikan Vicenzo Montella itu pada Sky Sport.

“Menyakitkan bisa kebobolan oleh gol seperti itu. Kami menderita di 15 menit terakhir tapi kemasukan gol yang aneh. Saya tidak akan pernah membayangkan seorang kiper mencetak gol di menit 95.”

“Wasit tidak berperan apapun. Saya harus berterima kasih kepada anak-anak, yang telah memberikan segalanya,” tambah Gattuso pada Premium Sport.

“Kami kebobolan gol yang aneh dan seperti itu lah keberuntungan kami saat ini. Hari ini kami mengakui kekalahan, [namun] memiliki tugas untuk memperbaiki kondisi fisik dan mental, tapi saya tidak bisa mencela para pemain untuk apapun.”

“Kami seharusnya bisa mengembangkan cara bermain kami dengan lebih baik kala bergerak ke depan dalam beberapa kesempatan.”

“Benevento mengalami kekalahan di beberapa laga sebelumnya tanpa layak seperti itu. Mereka tim yang kompetitif dan kami sudah memperkirakan laga akan berlangsung sulit.”

“Milan harus membayar atas kesalahan pertama dan kini kami harus terus melangkah. Kompetisi masih panjang dan masih banyak yang harus diperbaiki.”

Sepakbola.cc