Giorgio Chiellini Ternyata Paling Takut Striker Berkaos Merah Ini

1635

Bek Juventus Giorgio Chiellini menyebut striker Manchester United Zlatan Ibrahimovic sebagai striker paling tangguh yang pernah dia hadapi.

Liga Italia  - Giorgio Chiellini Ternyata Paling Takut Striker Berkaos Merah Ini

Bek Juventus Giorgio Chiellini mengungkapkan pengalamannya bermain melawan berbagai penyerang top. Dia menyebut striker Manchester United Zlatan Ibrahimovic sebagai striker paling tangguh yang pernah dia hadapi.

Berita Bola, Liga Italia – Bomber asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic saat ini mengalami titik terendah dalam karirnya. Dia mengalami cedera lutut parah yang memaksanya mengakhiri musim ini lebih cepat. Kemungkinan besar dia baru bisa bermain lagi tahun depan.

Ibrahimovic, bagaimanapun, bersumpah untuk bangkit kembali dengan lebih kuat, setelah melakukan debut gemilang dengan 28 gol bersama Manchester United di musim ini.

Dan kini bek Juventus Giorgio Chiellini pun menceritakan bagaimana pengalamannya menghadapi berbagai penyerang top, dan menyebut mantan rekan setimnya, Zlatan Ibrahimovic, sebagai yang terbaik.

“Saya suka tampil melawan striker hebat, saya selalu suka menghadapi yang terbaik,” kata Chiellini kepada France Football.

“Contohnya adalah Zlatan Ibrahimovic, striker paling tangguh yang pernah saya lihat. Saya sering bermain melawan dia di Serie A, dan Ibra adalah striker top. Dia selalu membuat perbedaan kemanapun dia pergi.”

Pemain depan lain yang disebut juga oleh Chiellini adalah penyerang Barcelona Luis Suarez. Keduanya pernah terlibat insiden, dimana Suarez menggigit bahu Chiellini, saat mereka bertarung membela negara masing-masing (Uruguay vs Italia) di Piala Dunia 2014. Suarez kemudian dijatuhi hukuman larangan bermain empat bulan oleh FIFA.

Bek berusia 33 tahun itu kini telah melupakan insiden itu dan mengungkap bahwa tak ada masalah lagi di antara mereka.

“Digigit Luis Suarez? Seharusnya dia mendapatkan kartu merah, itulah yang saya katakan kepada wasit,” tambah Chiellini.

“Setelah itu meski saya tidak merasakan kemarahan pada dirinya, dan saya bahkan mengira suspensi berat yang dia dapatkan terlalu banyak. Bagi saya, apa yang terjadi saat pertandingan berhenti di peluit akhir.”

“Ketika saya melihatnya di perempatfinal Liga Champions, saya menyapanya tanpa masalah, saya hanya memikirkan permainan Barca,” jelas Chiellini.