Kiper AC Milan Terima Teror Ancaman Mati

452

Usai menolak menandatangani kontrak baru, kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma dan keluarganya kini menerima ancaman teror mati.

Liga Italia  - Kiper AC Milan Terima Teror Ancaman Mati

Berita Liga Italia – Usai menolak menandatangani kontrak baru, kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma dan keluarganya kini menerima ancaman teror mati.

Agen Mino Raiola mengungkapkan, Donnarumma awalnya siap untuk membubuhkan tanda tangan di surat kontrak baru, namun batal dan kini mendapatkan teror.

Kiper berusia 18 tahun itu menolak menandatangani kontrak baru pekan lalu, meski beberapa hari sebelumnya mengaku masih betah di AC Milan.

Ia pun langsung dihujani kritikan karena enggan menyatakan komitmennya di San Siro, sehingga para suporter yang marah menebarkan uang palsu ketika Italia bersua Denmark di Euro U-21, sebagai tanda keserakahan.

Mino Raiola pun tidak tinggal diam, dengan mengaku awalnya Donnarumma siap untuk menandatangani kontrak dan ia menunjuk sosok direktur Massimiliano Mirabelli sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Situasinya kian tidak bersahabat dan mencekam, jadi tidak ada jalan keluar,” ujar Raiola pada Sky Sport Italia, Mediaset Premium dan Rai Sport.

“Kami memutuskan untuk tidak mengambil penawaran [Milan]. Tidak ada hubungannya dengan uang. Kami diancam. keluarga Donnarumma diancam, baik ancaman tidak akan bermain kembali dan ancaman kematian. Anda tidak bisa mempertahankan pemain dengan cara memberikan ancaman.”

“Sekarang ada resiko nyata bahwa Ia bisa tidak bisa bermain selama satu musim kompetisi. Kualitas membuat hal tersebut terjadi, tapi saat ini situasinya sudah berada di ambang intimidasi.”

“Kami tidak pernah berbicara soal uang atau klausul pelepasan, sebab kami tidak diperbolehkan sejauh itu atau apa yang terbaik untuk Gigio. Dia awalnya siap untuk membubuhkan tanda tangan kontrak, tidak ada keraguan lagi. Mereka memaksa kami untuk meninggalkan negosiasi karena suasananya mengancam dia.”

“Saya berani bertanggung jawab. Mereka memaksa kami. Milan lah yang kehilangan Donnarumma. Dia berkata kepada saya, ‘sejujurnya Mino, saya tidak merasa benar untuk terus bernegosiasi ketika orang-orang ini menghina dan mengancam saya dan keluarga saya’.”

“Sebagai contoh, ada spanduk di depan kantor klub. Sebuah klub seharusnya melindungi para pemain dan mencopot spanduk tersebut. Sebuah klub seharusnya mendukung pemain dan mengembangkan karirnya, bukan mengancam dengan dibiarkan sendirian.”