Pelatih Napoli Akui Berada di Ambang Kegilaan

Pelatih Maurizio Sarri kritik jadwal Liga Italia yang dinilainya merugikan Napoli.
Pelatih Maurizio Sarri kritik jadwal Liga Italia yang dinilainya merugikan Napoli.

Pelatih Napoli Maurizio Sarri mengkritik otoritas Serie A karena mengatur jadwal laga versus SPAL tiga hari setelah mereka menjamu RasenBallsport Leipzig di pentas Liga Europa.

Saat ini Partenopei berada di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 63 poin, unggul satu poin dari Juventus.

Mereka akan melakoni kompetisi Liga Europa pada Jumat (16/02) dini hari WIB nanti melawan RB Leipzig, setelah sebelumnya mereka gagal melangkah ke babak 16 besar Liga Champions.

Maurizio Sarri pun mengaku bahwa Napoli memprioritaskan Serie A dibanding Liga Europa hanya karena jadwal bertanding yang kurang menguntungkan pihaknya.

Advertisement

“Ini manifestasi dari kegilaan, walaupun dengan peringatan (pentingnya) sepak bola Eropa,” tutur Sarri pada konferensi pers.

“Kami bermain Kamis (Jumat, WIB) petang, kemudian harus kembali merumput 60 jam kemudian di Serie A. Liga (Italia) tidak membantu kami.”

“Dengan tekanan yang ada, ini di ambang kegilaan. Namun ini hanya kompetisi Eropa kelas dua dan selalu memiliki pesona.”

“Ini mungkin bisa memberikan kami tekanan untuk jangka panjang tapi sekarang kami hanya fokus ke pertandingan saja.”

“Kami harus melakoninya. Kami memiliki 18 pemain dan dengan tiga penjaga gawang. Ada banyak masalah tapi kami akan mencoba bermain serius dan kompetitif tanpa harus mengorbankan (performa) di liga.”

Disinggung perihal calon lawannya nanti, Maurizio Sarri memberikan pujian kepada RB Leipzig yang menurutnya tampil apik.

“Kami akan berhadapan dengan sebuah tim yang menurut saya menarik untuk disaksikan. Mereka tim yang baik, enak ditonton, dengan kecepatan dan teknik.”

“Mereka tim yang brilian. Leipzig mempunyai semua kecepatan yang ada dan para pemain sayapnya memiliki kualitas.”

“Saya kaget mereka tersingkir di Liga Champions karena Leipzig mempunyai kualitas. Mereka tim yang kuat.”