Pemain Liga Italia Ini Selamat Dari Kecelakaan Lamborghini

19

Seorang penyerang Lazio selamat dari kecelakaan mobil berkecepatan tinggi yang menyebabkan kerusakan sebesar Rp 2,7 Milyar. Keita Balde Diao tidak cedera dari sebuah kecelakaan mobil yang melibatkan sebuah Lamborghini kuning sewaan yang sebenarnya ilegal untuk remaja seusianya, menurut sebuah laporan Selasa. Pemain asal Spanyol berusia 19 tahun itu lari di kecepatan “120 km/jam atau lebih” menurut Corriere dello Sport […]

Seorang penyerang Lazio selamat dari kecelakaan mobil berkecepatan tinggi yang menyebabkan kerusakan sebesar Rp 2,7 Milyar.

Keita Balde Diao tidak cedera dari sebuah kecelakaan mobil yang melibatkan sebuah Lamborghini kuning sewaan yang sebenarnya ilegal untuk remaja seusianya, menurut sebuah laporan Selasa.

Pemain asal Spanyol berusia 19 tahun itu lari di kecepatan “120 km/jam atau lebih” menurut Corriere dello Sport ketika ia kehilangan kendali di jalanan Roma pada Senin dini hari.

Sementara mobil Lamborghini kuning sewaan itu- sebuah mobil super dengan kecepatan maksimal 320 km / jam – mengalami kerusakan parah di bagian depannya setelah menghantam tiga penghalang jalan, namun Balde lolos bebas cedera.

Menurut laporan Keita baru saja menghadiri sebuah konser oleh artis rap Amerika Snoop Dog pada Minggu malam dengan beberapa rekan setim Lazio dan ada laporan yang saling bertentangan mengenai apakah alkohol terlibat di sini.

Keita, lahir di Spanyol dari orang tua asal Senegal, telah menyewa Lamborghini selama seminggu dengan maksud untuk membeli mobil itu nantinya, kata laporan itu.

Tapi dengan izin mengemudi baru diperolehnya di bulan November 2013, penyewaan mobil itu terhitung ilegal. Di Italia, mereka yang baru bisa menyetir hanya boleh mengemudikan mobil dengan tenaga mesin yang terbatas.

Satu laporan media menyatakan hasil dari tes alkohol “berada di bawah batas hukum”. Agennya, Ulisse Savini, menolak kabar bahwa sang pemain telah mengkonsumsi alkohol: “Uji breathalyser-nya negatif.”

Kerusakan mobil diperkirakan mencapai Rp2,7 Milyar, kata laporan itu.

Surat izin mengemudinya juga terancam diskors selama antara dua sampai delapan bulan.