Silvio Berlusconi Sejajarkan Diri dengan Santiago Bernabeau

4

Pasca meraih trofi Supercoppa Italiana lawan Juventus, Silvio Berlusconi menyejajarkan dirinya dengan legenda dan eks presiden Madrid, Santiago Bernabeu.

Liga Italia  - Silvio Berlusconi Sejajarkan Diri dengan Santiago Bernabeau

Pasca meraih trofi Supercoppa Italiana lawan Juventus, Silvio Berlusconi menyejajarkan dirinya dengan legenda dan eks presiden Madrid, Santiago Bernabeu.

Liga Italia  - Silvio Berlusconi Sejajarkan Diri dengan Santiago Bernabeau

Berita Liga Italia – Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi mengaku bahwa dirinya layak disejajarkan dengan legenda dan eks presiden Real Madrid, Santiago Bernabeu sebagai presiden klub sepakbola dengan gelar terbanyak di klub.

Di Berlusconi, sejak tahun 1986, AC Milan telah berhasil meraih 29 trofi setelah menjuarai Supercoppa Italiana dengan mengalahkan Juventus via adu penalti di Doha, Qatar.

Perolehan trofi Rossonerri ini menyamai perolehan 29 trofi yang diraih Madrid semasa 35 tahun dipimpin oleh eks presiden yang kini diabadikan menjadi nama stadion, Santiago Bernabeu.

Santiago Bernabeau sendiri memimpin Los Blancos antara tahun 1943 hingga 1978.

“AC Milan berhasil meraih satu trofi lagi, Supercoppa Italiana (mengalahkan Juventus). Dengan gelar itu, saya kini sejajar dengan Santiago Bernabeu, presiden legendaris dari Real Madrid,” ujar Berlusconi seperti dilansir oleh Libero.

“Kami adalah dua presiden klub yang memiliki gelar terbanyak dalam sejarah sepakbola dunia. Saya tidak bisa meminta lebih lagi dari pada ini,” ujar presiden berusia 80 tahun yang akan segera meletakkan jabatannya dengan akan adanya pengambilalihan klub oleh pemilik China.

Berlusconi pun sembari menjelaskan perkembangan proses pengambilalihan klubnya AC Milan oleh investor Tiongkok Sino-Europe Sports dari perusahaan miliknya, Fininvest, yang sampai saat ini belum tuntas dan kabarnya ditunda sampai 3 Maret.

“Negosiasi (pengambilalihan klub) telah berjalan sukses. Kami hanya meminta waktu lebih banyak untuk menyelesaikan beberapa masalah teknis dan birokrasi,” jelas Silvio Berlusconi.