Suso Curhat Dibenci Eks Pelatih Sinisa Mihajlovic

Sepakbola – Suso telah curhat dibenci oleh eks pelatih, Sinisa Mihajlovic. Ia bahkan merasa sudah berkarat dan kakinya tidak bekerja.

Liga Italia  - Suso Curhat Dibenci Eks Pelatih Sinisa Mihajlovic

Gilabola.com – Suso telah curhat dibenci oleh eks pelatih, Sinisa Mihajlovic. Ia bahkan merasa sudah berkarat dan kakinya tidak bekerja.

Suso, winger AC Milan,  percaya mantan pelatih kepala Sinisa Mihajlovic tidak menyukainya, setelah berjuang untuk mrendapatkan waktu bermain selama menjadi manajer di San Siro.

Suso tiba di Milan pada tahun 2015, yang didatangkan dari Liverpool selama masa Filippo Inzaghi yang bertanggung jawab sebagai pelatih, namun ia dengan cepat kehilangan tempatnya di tim setelah kedatangan Mihajlovic dan dipinjamkan ke Genoa.

Pemain berusia 23 tahun tidak bisa memahami keputusan mantan bintang Lazio, bersikeras Mihajlovic hanya tidak menyukainya yang membuat dia tidak mendapatkan kepercayaan di bawah asuhannya.

“[Mihajlovic] memainkan saya melawan Empoli di kandang, saya sudah mati, saya tidak cocok,” kata Suso kepada Gazzetta dello Sport.

“Kakiku tidak bekerja, saya merasa berkarat. Setelah satu jam, ia membawa saya keluar lapangan dan saya tidak bermain lagi sejak saat itu. Saya berlatih, mungkin lebih baik daripada saya sekarang, tapi saya tidak bermain dan saya tidak mengerti mengapa.”

“Tidak ada argumen. Dia jelas tidak menyukai saya, itu saja. Kami baru-baru ini bermain melawan Torino di liga dan Coppa Italia dalam waktu beberapa hari, dan saya menyapa semua staf yang ada di sini di Milan, tapi saya tidak melihat Mihajlovic.”

Namun, dengan sekarang kembali ke tim utama Milan, Suso pun memberikan pujian untuk pelatih saat ini, Vincenzo Montella.

“Saya akan mengakui satu hal: Saya tidak pernah memiliki percakapan yang panjang dengannya [Montella],” tambahnya. “Dia tidak pernah mengatakan kepada saya, ‘Saya ingin ini dan itu dari Anda.’

“Dia menjelaskan gagasannya bermain untuk tim, untuk menjaga bola dan menyerang dengan keberanian. Dia ingin serangan untuk memulai dengan kiper.”

“Kemudian, dia menempatkan kami ke lapangan dan mengawasi kami dalam berlatih. Kami selalu bekerja dengan bola dan Montella tidak kehilangan apa-apa.”

“Saya suka dia karena gaya bermain yang dia terapkan menyenangkan dan efektif. Dia tidak ingin memainkan bola panjang, dia ingin kami untuk memanuver dengan bola dan ia tidak takut untuk bermain dengan pemain muda.”