Konflik Di Bayern Munchen Bahagiakan Tim-tim Inggris

  • Kembalinya Arjen Robben ke barisan skuad utama Bayern Munchen tidak membuat bahagia Robert Lewandowski. Rasio gol per menitnya sekarang turun gara-gara itu. Namun di sisi lain klub-klub Inggris bahagia mendengar kabar keretakan di klub Bavaria tersebut.

Berita Liga Jerman : Kembalinya Arjen Robben ke barisan skuad utama Bayern Munchen tidak membuat bahagia Robert Lewandowski. Rasio gol per menitnya sekarang turun gara-gara itu. Namun di sisi lain klub-klub Inggris bahagia mendengar kabar keretakan di klub Bavaria tersebut.

Bayern Munchen telah membabat jalan mereka ke puncak Bundesliga dan, menjadi salah satu favorit juara Liga Champions. Tapi sekarang keretakan antara dua pemain bintang utama Pep Guardiola bisa menghancurkan momentum mereka dan menggoyahkan perburuan mereka untuk berbagai trofi.

Die Roten telah memenangkan 11 dari 12 laga perdana liga, berhasil melewati Wolfsburg di babak 32 besar Piala Jerman dan satu poin saja jauhnya dari tahap sistem gugur Liga Champions.

Mereka telah mencetak lebih banyak dari tim lain di Eropa, kebobolan lebih sedikit, dan terlihat akan meraih gelar juara Jerman ketiga kalinya berturut-turut. Namun keretakan mulai muncul di klub Bavaria itu.

Robben telah berjuang dengan cedera di bagian awal musim ini, mengalami sobek otot abductor-nya yang menyebabkan ia absen selama lebih dari satu bulan. selama ketidakhadirannya, Lewandowski berkembang, dan 14 dari 19 gol musim ini terjadi tanpa peran pemain Belanda tersebut.

Tanpa Robben di sayap kanan, pemain kunci di bawah Guardiola dalam dua tahun terakhir, tapi yang punya kecenderungan untuk bermain sendirian, memotong ke dalam kotak penalti dan drive langsung ke gawang, Bayern kembali ke metode yang lebih ortodoks main melebar dan mengumpankan bola untuk sang pemain No.9 tersebut, .

Terutama sekali terlihat di sini peran Kingsley Coman, Thomas Muller (bahkan Phillip Lahm), tetapi terutama Douglas Costa – yang sudah mencatatkan 14 assist sendirian dan dengan siapa Lewandowski telah klik dalam permainan.

Namun sekarang Robben kembali, dengan gayanya sendiri yang terkenal itu.

“Itu Arjen Robben. Saya seorang pelatih yang baik, tapi tidak cukup baik untuk mengubah mentalitas dari Robben yang berusia 31 tahun,” kata Guardiola setelah kemenangan 4-0 atas Stuttgart akhir pekan lalu.

Tapi Lewandowski tidak bahagia. Ini mencetak gol lebih sedikit ketika Robben ada di lapangan: tanpa dia, ia rata-rata mencetak gol setiap 58 menit, dengan Robben hadir jumlahnya naik lebih dari dua kali lipat menjadi 125 menit.

Pada akhir pekan, Bayern mengamuk atas Stuttgart, mencetak keempat gol sebelum turun minum. Kedua pemain itu mencetak gol, Thomas Muller memberi dua assist, tetapi pada babak kedua striker Polandia itu frustrasi oleh perilaku Robben; ia terlalu banyak memainkan bola, menggiring bola terlalu banyak, sedikit terlalu memanjakan diri sendiri.

Lewandowski, yang kini sama banyak jumlah golnya di Bundesliga dengan pemain Borussia Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang, merasa ada kesempatan di mana Robben mengabaikan dia untuk sebuah peluang mudah.

Dia membuat ketidakbahagiaan jelas setelah pertandingan ketika ditanya: “Saya tidak ingin mengatakan apa-apa. Anda telah melihatnya sendiri.”

Tanggapan Robben juga singkat: “Ada beberapa situasi di babak pertama di mana dia bisa memberi bola juga seharusnya.”

Bild melaporkan bahwa kedua pemain itu sekarang tidak saling berbicara di luar lapangan. Yang menarik, agen Lewandowski telah diberitahu soal datangnya minat dari beberapa klub Liga Premier, meskipun kontrak kliennya tidak akan berakhir sampai tahun 2019.

Robben, sebaliknya, hanya memiliki 18 bulan tersisa dan akan berusia 32 tahun pada bulan Januari. Dia sekarang kurang berharga untuk Bayern daripada Lewandowski, terutama karena orang-ada pemain-pemain baru seperti Coman, Gotze, Muller dan Costa yang terus tumbuh. Jika itu menjadi pertempuran satu-lawan-satu, Robben lebih rentan dicoret dari skuad daripada Lewandowski.